Dorong SBY jadi ketum, loyalis Anas cari aman?

Sabtu, 23 Maret 2013 - 07:02 WIB
Dorong SBY jadi ketum,...
Dorong SBY jadi ketum, loyalis Anas cari aman?
A A A
Sindonews.com - Berbagai wacana muncul menjelang bergulirnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali, salah satunya agar posisi ketua umum yang ditinggal Anas Urbaningrum kembali diisi oleh Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Wacana itu dilontarkan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika.

Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi mengatakan, wacana itu muncul karena keinginan adar tidak ada lagi matahari kembar di tubuh Partai Demokrat yakni, Majelis Tinggi dan Ketua Umum.

"Hal ini dalam teori penguatan kepartaian sangat baik. Artinya kewenangan ketua umum merupakan representasi dari parpol. Sehingga, posisi Majelis Tinggi hanya sebagai penasihat dan penjaga moral partai agar tetap berada di ruang dan jalur semestinya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (23/3/2013).

Di sisi lain, ia memandang, apa yang dilontarkan Gede Pasek adalah bagian dari cara loyalis Anas untuk memudarkan pendekatan 'faksi' yang selama ini bersembunyi di bawah nama SBY. Artinya, dengan SBY menjabat sebagai Ketua Umum maka roda partai akan lebih berjalan lancar.

"Selain itu, Pasek sadar benar kalau ketua umum yang terpilih bukan SBY maka dirinya dan loyalis Anas akan terdepak," ujarnya.

Dalam posisi ini, lanjut Muradi, Pasek mencoba menggunakan sifat keragu-raguan SBY dan pencitraan kebapakan SBY agar loyalis Anas dapat diperlakukan semestinya. Yang mana hal tersebut sulit didapat dari ketua umum selain SBY.

"Dari dua sisi tersebut maka bisa dilihat bahwa loyalis Anas kelihatan kehilangan amunisi untuk bisa tetap eksis di Partai Demokrat. Dengan kata lain Pasek menyadari bahwa masa depan politiknya terancam bila ketua umum Partai Demokrat bukan SBY," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika melihat kader Demokrat belum siap menjalankan demokrasi substansial sehingga perlu dipikirkan di internal partainya terkait demokrasi terpimpin.

"Saya mengusulkan ke depan dilakukan demokrasi terpimpin di Demokrat. Sehingga jelas otoritasnya dimana," ujar Pasek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 18 Maret 2013.

Selain itu, Ketua Komisi III DPR ini menilai, Partai Demokrat saat ini perlu ada dekrit kembali ke AD/ART di kongres 2005. Pasalnya, struktur kepengurusan saat ini sangat gemuk sehingga menyulitkan gerak organisasi.

"AD/ART 2005 sudah berhasil menumbuhkan elektabilitas partai dengan cukup ramping dan bergerak cukup cepat," kata dia.

Kemudian, kata Pasek, saat ini yang pantas menjadi Ketua Umum Partai Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, diluar SBY tidak ada sosok yang bisa menyatukan faksi di internal Partai Demokrat.

"Hanya Pak SBY sebagai faktor perekat sementara 2015. Langsung saja dihandle oleh Pak SBY sebaga Ketum, kemudian demokrasinya terpimpin, AD/ART mengacu ke 2005," kata dia.
(kri)
Berita Terkait
Chelsea Ditahan Imbang...
Chelsea Ditahan Imbang Burnley 2-2
Keuangan Chelsea Karut-Marut,...
Keuangan Chelsea Karut-Marut, Ini Cara Thomas Tuchel Semangati Pasukannya
Keok Dari Dinamo Zagreb,...
Keok Dari Dinamo Zagreb, Chelsea Derita Tiga Kekalahan Tandang Beruntun
Keputusan Tunjuk Lampard...
Keputusan Tunjuk Lampard Tukangi Chelsea Dinilai Tepat
Hasil Liga Inggris 2021/2022,...
Hasil Liga Inggris 2021/2022, Chelsea vs Newcastle United: Gol Telat Kai Havertz Selamatkan The Blues
Hakim Ziyech Siap Bela...
Hakim Ziyech Siap Bela Chelsea Usai Sembuh dari Cedera
Berita Terkini
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved