Negara harus hadir redam konflik antar umat beragama

Jum'at, 24 Mei 2013 - 23:02 WIB
Negara harus hadir redam...
Negara harus hadir redam konflik antar umat beragama
A A A
Sindonews.com - Pemberian penghargaan World Statesman Award oleh Appeal Of Conscience Foundation (ACF) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus menuai pro dan kontra. Pertentangan muncul karena Presiden SBY tidak cukup optimal dalam memperjuangkan kerukunan antara umat beragama di tanah air.

Wakil Ketua Majelis Pendidikan Muhammadiyah, Imran Hanafi mengatakan, Indonesia yang mayoritas umat Islam tidak memberikan larangan dan pembatasan dalam kebebasan memeluk agama. Namun, ia tidak memungkiri beberapa kasus yang melibatkan umat beragama sempat menimbulkan korban.

"Kasus yang sudah terjadi dapat dievaluasi kembali. Sehingga negara mampu melihat timbulnya potensi terjadi kembali bahkan di daerah yang sama atau pun daerah lainnya," ujarnya di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2013).

Menurut dia, untuk menekan kasus kekerasan dan konflik antar umat beragama, negara seharusnya lebih mampu lagi hadir di setiap kesempatan. Bahkan, sebelum kejadian itu terlihat di permukaan negara mampu meredam hal tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan, konflik yang terjadi dapat memicu kasus lain yang berkaitan dengan kekerasan pada kelompok lainnya. Untuk itu, diharapkan para aparat dapat menciptakan suasana yang kondusif seperti yang diharapkan banyak umat beragama serta mampu meminalisir kasus-kasus serupa yang akan terjadi kedepannya.

Ia menambahkan, ormas seharusnya mampu mengarahkan umat untuk menentang kerasan bukan sebaliknya untuk berbuat anarkis dan radikal. "Kita tetap dan harus tetap menjunjung tinggi hukum. Jangan menyalahkan antara agama satu dan agama lainya, jika itu terus terjadi maka akan terjadi konflik," kata dia.

Sementara, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitu Rasmin mengatakan, ormas Islam selalu melakukan penyadaran baik secara persuasif maupun secara berkelompok terkait kerukunan beragama. Menurut dia, melihat banyaknya kekerasan umat beragama pada waktu lalu bisa dijadikan koreksi antar umat beragama agar tidak terkontamisasi dan terprovokasi.

Menurutnya, sebaiknya kita tidak melihat kekurangan yang terus diungkap dipermukaan. Namun, ormas juga tidak melihat hanya dalam kaca mata individu atau kelompok saja tetapi semua umat beragama agar dapat menjaga kondisi tetap kondusif.

"Kita tidak ingin upaya yang dibangun bersama sebagai bangsa lalu rusak oleh segelintir orang saja," tandasnya.

Lanjut Muhammad, negara harus mempunyai sikap lugas untuk menegakan keadilan di atas hukum yang ada di bangsa ini. Untuk itu kerjasama antara negara dan masyarakat beragama juga harus ditingkatkan.

"Kesinergisan yang lebih optimal dalam membangun kerukunan bukan hal yang sulit jika semua itu bersama-sama," ujarnya.
(kri)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved