Abraham mengaku belum konfirmasi penyidik soal Ibas
Senin, 18 Maret 2013 - 17:58 WIB
Abraham mengaku belum konfirmasi penyidik soal Ibas
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menegaskan, dirinya belum mengkonfirmasi penyidik terkait keterangan mantan Wakil Direktur Keuangan Group Permai Yulianis.
Sebelumnya, Yulianis menyebutkan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menerima uang USD 200 ribu terkait dengan Kongres Partai Demokrat di Bandung.
Terkait dengan rencana KPK untuk melakukan klarifikasi langsung kepada Ibas tentang tudingan Yulianis tersebut, lagi-lagi Abraham menyebutkan belum melakukan konfirmasi kepada penyidik KPK.
"Belum konfirmasi ke penyidiknya (terkait tudingan Yulianis). (Pemeriksaan Ibas) Itu kan penyidik yang punya tugas dan saya belum konfirmasi jadi saya tidak tahu," kata Abraham usai menjadi pembicara pada acara Simposium Nasional Hukum Pidana dan Kriminologi di Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (18/3/2013).
Seperti diketahui, nama Ibas disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik Direktur Keuangan PT Anugerah, Yulianis.
Mantan anak buah M Nazaruddin itu juga berkeyakinan, segala data yang dimilikinya berupa catatan keuangan yang dia simpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjingnya sudah disita KPK.
Terdapat dokumen yang beredar disejumlah kalangan dan dimuat media yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas disebut menerima uang hingga Rp3,6 miliar. Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman.
Pertama, pada 29 April 2010 Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni USD 500 ribu dan USD 100 ribu. Kedua, pada 30 April 2010 Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugerah Nusantara sebesar USD 200 ribu dan USD100 ribu.
Sebelumnya, Yulianis menyebutkan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menerima uang USD 200 ribu terkait dengan Kongres Partai Demokrat di Bandung.
Terkait dengan rencana KPK untuk melakukan klarifikasi langsung kepada Ibas tentang tudingan Yulianis tersebut, lagi-lagi Abraham menyebutkan belum melakukan konfirmasi kepada penyidik KPK.
"Belum konfirmasi ke penyidiknya (terkait tudingan Yulianis). (Pemeriksaan Ibas) Itu kan penyidik yang punya tugas dan saya belum konfirmasi jadi saya tidak tahu," kata Abraham usai menjadi pembicara pada acara Simposium Nasional Hukum Pidana dan Kriminologi di Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (18/3/2013).
Seperti diketahui, nama Ibas disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik Direktur Keuangan PT Anugerah, Yulianis.
Mantan anak buah M Nazaruddin itu juga berkeyakinan, segala data yang dimilikinya berupa catatan keuangan yang dia simpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjingnya sudah disita KPK.
Terdapat dokumen yang beredar disejumlah kalangan dan dimuat media yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas disebut menerima uang hingga Rp3,6 miliar. Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman.
Pertama, pada 29 April 2010 Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni USD 500 ribu dan USD 100 ribu. Kedua, pada 30 April 2010 Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugerah Nusantara sebesar USD 200 ribu dan USD100 ribu.
(kri)