Telusuri kesaksian Yulianis, KPK jangan takut dengan penguasa
Sabtu, 16 Maret 2013 - 19:22 WIB
Telusuri kesaksian Yulianis, KPK jangan takut dengan penguasa
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera melakukan validasi dokumen yang diungkap mantan Wakil Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara, Yulianis terkait aliran dana ke Edhie Baskoro Yudhoyono.
Yulianis mengungkapkan ada aliran dana ke putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang biasa disapa Ibas itu sebesar USD200 ribu menyangkut Kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 lalu.
“KPK harus segera memanggil Ibas untuk mengusut tuntas kasus Hambalang ini,“ ujar Koordinator Investigasi dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Ucok Sky Khadafi di kantor Bawaslu, Jakarta, Sabtu (16/3/2013).
Dia mengatakan, sudah seharusnya KPK berani membuktikan bahwa pihaknya tidak tunduk terhadap penguasa di negeri ini.
“Pokoknya jangan memilih tersangka. Kalau dia dekat dengan kekuasaan KPK seperti takut, tapi kalau dia orang yang kritis dengan kekuasaan itu KPK langsung ganas dan kejam untuk melakukan penyelidikan,“ tegasnya.
Sebelumnya, usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, mantan anak buah M Nazaruddin yaitu Yulianis mengungkap ada aliran dana sebesar USD200 ribu ke putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang biasa disapa Ibas itu terkait Kongres Partai Demokrat di Bandung Jawa Barat 2010 lalu.
Bahkan, Yulianis yakin segala data berupa catatan keuangan perusahaan itu disimpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjing yang sudah disita KPK.
Yulianis mengungkapkan ada aliran dana ke putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang biasa disapa Ibas itu sebesar USD200 ribu menyangkut Kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 lalu.
“KPK harus segera memanggil Ibas untuk mengusut tuntas kasus Hambalang ini,“ ujar Koordinator Investigasi dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Ucok Sky Khadafi di kantor Bawaslu, Jakarta, Sabtu (16/3/2013).
Dia mengatakan, sudah seharusnya KPK berani membuktikan bahwa pihaknya tidak tunduk terhadap penguasa di negeri ini.
“Pokoknya jangan memilih tersangka. Kalau dia dekat dengan kekuasaan KPK seperti takut, tapi kalau dia orang yang kritis dengan kekuasaan itu KPK langsung ganas dan kejam untuk melakukan penyelidikan,“ tegasnya.
Sebelumnya, usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, mantan anak buah M Nazaruddin yaitu Yulianis mengungkap ada aliran dana sebesar USD200 ribu ke putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang biasa disapa Ibas itu terkait Kongres Partai Demokrat di Bandung Jawa Barat 2010 lalu.
Bahkan, Yulianis yakin segala data berupa catatan keuangan perusahaan itu disimpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjing yang sudah disita KPK.
(kur)