Pakde Karwo & Marzuki bakal bersaing di KLB Demokrat
Kamis, 07 Maret 2013 - 13:37 WIB
Pakde Karwo & Marzuki bakal bersaing di KLB Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Nama Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo disebut-sebut sebagai calon kandidat Ketua Umum Partai Demokrat pengganti Anas Urbaningrum. Sebagai Ketua DPD Jawa Timur, pria akrab dipanggil Pakde Karwo ini dinilai memiliki dukungan maksimal dari tingkat bawah.
Ketua DPP Partai Demokrat Umar Arshal mengatakan, Pakde Karwo dinilai memang memiliki dukungan di level grass root. Sehingga namanya dianggap layak untuk menjadi salah satu kandidat yang akan bersaing dengan Marzuki Alie.
"Kalau yang bisa bersaing ketat Pak Karwo dengan Pak Marzuki Alie. Karena Pak Marzuki dulu pemenang kedua, modalnya. Mereka berdua bisa bersikap bagus," ujar Umar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Umar mengatakan, partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), supaya posisi ketua umum segera terisi, dan tidak mengganggu proses daftar calon sementara (DCS) dan daftar calon tetap (DCT).
"Harus segera KLB. Diupayakan sebelum 9 April. Kan kalau KLB dalam waktu dekat kan alasan teknis saja, mereka (DPC-DPC) baru datang Rapimnas, masa jauh-jauh terus datang lagi," pungkasnya.
Ketua DPP Partai Demokrat Umar Arshal mengatakan, Pakde Karwo dinilai memang memiliki dukungan di level grass root. Sehingga namanya dianggap layak untuk menjadi salah satu kandidat yang akan bersaing dengan Marzuki Alie.
"Kalau yang bisa bersaing ketat Pak Karwo dengan Pak Marzuki Alie. Karena Pak Marzuki dulu pemenang kedua, modalnya. Mereka berdua bisa bersikap bagus," ujar Umar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Umar mengatakan, partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), supaya posisi ketua umum segera terisi, dan tidak mengganggu proses daftar calon sementara (DCS) dan daftar calon tetap (DCT).
"Harus segera KLB. Diupayakan sebelum 9 April. Kan kalau KLB dalam waktu dekat kan alasan teknis saja, mereka (DPC-DPC) baru datang Rapimnas, masa jauh-jauh terus datang lagi," pungkasnya.
(lns)