KPU bukan pintu jika Partai Demokrat ingin konsultasi

Selasa, 05 Maret 2013 - 09:03 WIB
KPU bukan pintu jika...
KPU bukan pintu jika Partai Demokrat ingin konsultasi
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrat hingga saat ini belum menemukan pengganti Anas Urbaningrum sebagai ketua umum. Hal itu membuat mereka kelimpungan untuk mencari siapa yang akan mengisi kursi kosong milik bekas Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu.

Pasalnya, untuk bisa mencalonkan daftar caleg sementara (DCS) perlu dibubuhi tandatangan ketua umum. Seandainya pun ada pergantian maka Partai Demokrat harus terlebih dahulu mendaftar ke Kementerian Hukum dan HAM.

Mengomentari itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga pemilihan membuka diri jika partai berlambang bintang mercy itu ingin berkonsultasi.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, pihaknya tidak ada menutup diri jika ada partai politik yang ingin berkonsultasi termasuk Partai Demokrat.

"Semua partai kalau mau minta info (konsultasi), ya silahkan," kata Ferry melalui pesan singkat kepada Sindonews, Selasa (5/3/2013).

Kendati mengizinkan Partai Demokrat untuk berkonsultasi, namun Ferry menegaskan kalau mereka tidak akan merubah ketentuan apa pun mengenai tahapan pemilihan umum. Termasuk soal pencalonan DCS yang wajib ditandatangani ketua umum.

"Berkonsultasi bukan berarti kita akan merubah peraturan," katanya singkat.

Sekadar informasi, Menkum HAM Amir Syamsudin meminta agar ada dispensasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar diberikan dispensasi bagi partai yang memiliki kekosongan kursi jabatan ketua umum seperti yang dialami partainya sekarang. Ia meminta dispensasi agar partai yang tidak memiliki ketua umum dapat digantikan dengan majelis tinggi untuk penandatanganan DCS peserta Pemilu 2014.

Permintaan dispensasi itu disampaikan politikus senior Partai Demokrat itu kepada pers seusai pertemuan dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dengan Majelis Tinggi Partai Demokrat, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 2 Maret 2013.

"Saya kira KPU pun menyadari bahwa seharusnya ada aturan-aturan yang mereka bisa buat sesuai keperluan yang ada. Tidak mungkin situasi kekosongan hukum terjadi dan semua diam berpangku tangan," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Dualisme Kepemimpinan...
Dualisme Kepemimpinan Ganggu Konsolidasi Demokrat Hadapi Pemilu 2024
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Partai Demokrat Diperkirakan...
Partai Demokrat Diperkirakan Kuasai Penuh Kongres AS
Ingin Raih Kemenangan...
Ingin Raih Kemenangan di 2024, Demokrat DKI Datangi Tokoh Betawi
Berita Terkini
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved