SBY dinilai bisa satukan faksi di Demokrat
Minggu, 03 Maret 2013 - 03:37 WIB
SBY dinilai bisa satukan faksi di Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dinilai bisa menyatukan faksi-faksi di Demokrat, jika mengambil posisi sebagai Ketua Umum.
Hal itu dikatakan mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Cilacap, Jawa Tengah, Tridianto.
"Ketua Umum, Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Kehormatan (DK), Ketua Dewan Pembina, itu diambil alih Pak SBY, saya yakin semua faksi ini akan bersatu," ujar Tri di kediaman Anas Urbaningrum, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (2/3/2013) malam.
Menurutnya, selama ini di tubuh partai berwarna biru itu, sudah terlalu banyak faksi-faksi yang terbentuk. Di antara faksi-fakti itu adalah faksi loyalis Anas Urbaningrum, faksi Andi Mallarangeng dan para pendukung Marzuki Alie. Untuk saat ini, Tri melihat dari tiga faksi tersebut, belum ada yang pas untuk menggantikan Anas.
Belum lagi, muncul nama-nama yang sempat disebut bakal menjadi Ketua Umum, seperti Pramono Edhie Wibowo (KASAD) dan Menkopolhukam, Joko Suyanto. "Saya berharap partai bisa menemukan mottonya yang santun, bersih cerdas," pungkasnya.
Sebelumnya, Anas mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, ini tidak lepas dari penetapan status tersangka dirinya oleh KPK dalam dugaan kasus proyek pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor.
"Karena saya sudah punya status hukum sebagai tersangka, meskipun saya yakin posisi saya sebagai tersangka lebih karena faktor non hukum yang saya yakini, tetapi saya punya standar etik pribadi," kata Anas dalam konferensi persnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat No 7, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu 23 Februari 2013.
Hal itu dikatakan mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Cilacap, Jawa Tengah, Tridianto.
"Ketua Umum, Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Kehormatan (DK), Ketua Dewan Pembina, itu diambil alih Pak SBY, saya yakin semua faksi ini akan bersatu," ujar Tri di kediaman Anas Urbaningrum, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (2/3/2013) malam.
Menurutnya, selama ini di tubuh partai berwarna biru itu, sudah terlalu banyak faksi-faksi yang terbentuk. Di antara faksi-fakti itu adalah faksi loyalis Anas Urbaningrum, faksi Andi Mallarangeng dan para pendukung Marzuki Alie. Untuk saat ini, Tri melihat dari tiga faksi tersebut, belum ada yang pas untuk menggantikan Anas.
Belum lagi, muncul nama-nama yang sempat disebut bakal menjadi Ketua Umum, seperti Pramono Edhie Wibowo (KASAD) dan Menkopolhukam, Joko Suyanto. "Saya berharap partai bisa menemukan mottonya yang santun, bersih cerdas," pungkasnya.
Sebelumnya, Anas mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, ini tidak lepas dari penetapan status tersangka dirinya oleh KPK dalam dugaan kasus proyek pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor.
"Karena saya sudah punya status hukum sebagai tersangka, meskipun saya yakin posisi saya sebagai tersangka lebih karena faktor non hukum yang saya yakini, tetapi saya punya standar etik pribadi," kata Anas dalam konferensi persnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat No 7, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu 23 Februari 2013.
(maf)