Komisi III DPR tak sepakat Densus 88 dibubarkan
Sabtu, 02 Maret 2013 - 17:54 WIB
Komisi III DPR tak sepakat Densus 88 dibubarkan
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari mengaku tak sependapat dengan Indonesian Police Watch (IPW) yang mendukung penuh pembubaran atau peleburan pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri ke dalam Satuan Brimob.
"Aku tidak setuju pembubaran. Ancaman terorisme masih riil, ancaman terhadap human security," ujar Eva ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (2/3/2013).
Menurut politikus PDIP ini, pembubaran Densus 88 bukan menjadi solusi menyusul banyaknya keluhan masyarakat terhadap sikap dan perilaku personilnya yang arogan. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi dan pembenahan kinerja Densus 88.
"Tapi kinerja Densus 88 memang harus disoal perlu evaluasi dan perbaikan. Alasan pendiriannya masih relevan. Ibaratnya, nyari tikus jangan membunuh kucing pemburunya, hanya karena kucingnya kurang skillfull dan pintar," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat tak boleh melupakan kontribusi besar Densus 88 dalam pengusutan tragedi Bom Bali I dan II termasuk Cirebon serta kasus terorisme lainnya di tanah air.
Sebelumnya, Indonesian Police Watch (IPW) mendukung penuh peleburan pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri ke dalam Satuan Brimob. wacana ini mencuat menyusul banyaknya keluhan masyarakat terhadap sikap dan perilaku anggota Densus 88 yang arogan.
"Banyaknya keluhan terhadap sikap dan prilaku Densus 88 ditambah makin surutnya isu-isu terorisme, IPW menilai sudah saatnya Densus 88 Anti Teror dibubarkan. Jika suatu saat ada isu teror cukup Brimob yang turun tangan," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (2/3/2013).
Neta menuturkan, IPW yang diminta memberikan pembekalan kepada para kasat Brimob dari seluruh Indonesia dalam Rakernas Brimob di Pusdik Brimob di Watukosek, Jawa Tmur pada akhir Februari 2013,
"Kami mengusulkan dan mendesak agar Densus 88 dibubarkan serta dilikuidasikan ke dalam Brimob. IPW berharap usulan tersebut segera dipenuhi elite-elite Polri,"
"Aku tidak setuju pembubaran. Ancaman terorisme masih riil, ancaman terhadap human security," ujar Eva ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (2/3/2013).
Menurut politikus PDIP ini, pembubaran Densus 88 bukan menjadi solusi menyusul banyaknya keluhan masyarakat terhadap sikap dan perilaku personilnya yang arogan. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi dan pembenahan kinerja Densus 88.
"Tapi kinerja Densus 88 memang harus disoal perlu evaluasi dan perbaikan. Alasan pendiriannya masih relevan. Ibaratnya, nyari tikus jangan membunuh kucing pemburunya, hanya karena kucingnya kurang skillfull dan pintar," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat tak boleh melupakan kontribusi besar Densus 88 dalam pengusutan tragedi Bom Bali I dan II termasuk Cirebon serta kasus terorisme lainnya di tanah air.
Sebelumnya, Indonesian Police Watch (IPW) mendukung penuh peleburan pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri ke dalam Satuan Brimob. wacana ini mencuat menyusul banyaknya keluhan masyarakat terhadap sikap dan perilaku anggota Densus 88 yang arogan.
"Banyaknya keluhan terhadap sikap dan prilaku Densus 88 ditambah makin surutnya isu-isu terorisme, IPW menilai sudah saatnya Densus 88 Anti Teror dibubarkan. Jika suatu saat ada isu teror cukup Brimob yang turun tangan," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (2/3/2013).
Neta menuturkan, IPW yang diminta memberikan pembekalan kepada para kasat Brimob dari seluruh Indonesia dalam Rakernas Brimob di Pusdik Brimob di Watukosek, Jawa Tmur pada akhir Februari 2013,
"Kami mengusulkan dan mendesak agar Densus 88 dibubarkan serta dilikuidasikan ke dalam Brimob. IPW berharap usulan tersebut segera dipenuhi elite-elite Polri,"
(kri)