Marzuki dorong pengganti Anas dari internal
Jum'at, 01 Maret 2013 - 14:07 WIB
Marzuki dorong pengganti Anas dari internal
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie meyakini, Ketua Umum Partai Demokrat yang baru menggantikan Anas Urbaningrum berasal internal partainya. Ia menutup kemungkinan kursi Ketua Umum diisi orang luar partai berlambang mercy tersebut.
"Saya yakin tidak akan ada non kader untuk menjadi ketua, karena Demokrat dibangun melalui proses pengkaderan. Saya yakin itu," ujar Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Seperti diketahui, pasca mundurnya Anas dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat karena menyandang status tersangka dari KPK, beberapa nama calon pengganti Anas mencuat ke publik. Mereka adalah Sekretaris Jenderal Demokrat yang juga putra bungsu Presiden SBY yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua DPR Marzuki Alie, dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo.
Nama lain yang juga menguat adalah ipar SBY, yang kini menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Pramono Edhie Wibowo. Selain itu, muncul juga nama Ketua MK Mahfud MD dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.
Ketika ditanyakan, apakah dirinya akan menolak jika yang dicalonkan bukan kader Partai Demokrat? Marzuki enggan memberikan jawaban pasti. Namun, ia meyakini SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi pasti akan mendukung calon dari internal partai.
"Bukan tolak-menolak, saya yakin itu. Pak SBY akan berpikir sama, nanti dibilang orang SBY fans club, ini bahaya buat partai," kata dia.
Jika ada kader partai yang mengusulkan namanya, kata dia, hal itu bagian dari Demokrasi internal partai yang harus dihargai. Menurutnya sekarang partai berlambang mercy ini belum memikirkan kongres Luar Biasa (KLB).
"KLB sampai saat ini belum dibicarakan, persoalan siapa yang akan maju belum kita pikirkan, semua energri bagaimaa soliditas partai, tidak terpecah, melangkah bersama kdepan menyongsong 2014," pungkasnya.
"Saya yakin tidak akan ada non kader untuk menjadi ketua, karena Demokrat dibangun melalui proses pengkaderan. Saya yakin itu," ujar Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Seperti diketahui, pasca mundurnya Anas dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat karena menyandang status tersangka dari KPK, beberapa nama calon pengganti Anas mencuat ke publik. Mereka adalah Sekretaris Jenderal Demokrat yang juga putra bungsu Presiden SBY yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua DPR Marzuki Alie, dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo.
Nama lain yang juga menguat adalah ipar SBY, yang kini menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Pramono Edhie Wibowo. Selain itu, muncul juga nama Ketua MK Mahfud MD dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.
Ketika ditanyakan, apakah dirinya akan menolak jika yang dicalonkan bukan kader Partai Demokrat? Marzuki enggan memberikan jawaban pasti. Namun, ia meyakini SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi pasti akan mendukung calon dari internal partai.
"Bukan tolak-menolak, saya yakin itu. Pak SBY akan berpikir sama, nanti dibilang orang SBY fans club, ini bahaya buat partai," kata dia.
Jika ada kader partai yang mengusulkan namanya, kata dia, hal itu bagian dari Demokrasi internal partai yang harus dihargai. Menurutnya sekarang partai berlambang mercy ini belum memikirkan kongres Luar Biasa (KLB).
"KLB sampai saat ini belum dibicarakan, persoalan siapa yang akan maju belum kita pikirkan, semua energri bagaimaa soliditas partai, tidak terpecah, melangkah bersama kdepan menyongsong 2014," pungkasnya.
(kri)