BMKG serahkan antisipasi kekeringan pada Kementan

Kamis, 28 Februari 2013 - 18:03 WIB
BMKG serahkan antisipasi...
BMKG serahkan antisipasi kekeringan pada Kementan
A A A
Sindonews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaku, sudah memperingatkan Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa daerah-daerah yang akan terkena musim kemarau akan datang lebih cepat dari biasanya.

Kepala BMKG Sri Woro B. Harijono mengatakan, prediksi tersebut sudah mereka sampaikan beberapa bulan sebelum prediksi musim kemarau tesebut mereka dapatkan. BMKG pun menyerahkan, tanggung jawab dari daerah-daerah kaya akan lahan pertanian yang berpontensi terkena kekeringan kepada Kementan.

"Main usernya Kementan. Mereka juga udah kenal dengan daerah itu. Manajemennya tanggung jawab mereka dan kita hanya memberikan informasi," kata Woro di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Woro pun berkeyakinan, Kementan sudah lebih berpengalaman dalam melakukan antisipasi terhadap musim kemarau yang akan datang lebih awal di beberapa wilayah.

"Nanti mereka antisipasi sendiri dengan cara mereka. Mereka sudah punya rumus dan jurus apa yang akan dilakukan," ungkapnya.

Ditambahkan Woro, pihaknya sudah memberikan informasi berupa kalender pertanian berdasarkan prakiraan kemarau. Itu diakuinya sebagai kewajiban yang sudah dilakukan BMKG.

Berdasarkan prakiraan BMKG, di Sumatera daerah-daerah yang diperkirakan dilanda kekeringan itu di antaranya Provinsi Riau dan Lampung Selatan bagian selatan mulai datang bulan Mei. Di Jawa, kemarau terjadi di Wonogiri bagian barat dan Gunung Kidul bagian utara mulai April, dan Sukabumi mulai Mei.

Sedangkan di Nusa Tenggara Timur, kemarau datang 30 hari lebih cepat dari biasanya, yakni di Kupang bagian utara dan Belu bagian Barat. Untuk Kalimantan, musim kemarau akan menyebabkan kekeringan di daerah Kutai Barat bagian barat daya mulai Juni.

Di Sulawesi, daerah yang lebih awal kemaraunya meliputi Kota Tomohon/Minahasa bagian tengah, selatan dan tenggara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian timur mulai bulan Juni. Kemudian di Maluku Tenggara mulai bulan Juni. Rata-rata kemarau datang antara 10-30 hari lebih cepat.
(kri)
Berita Terkait
Modifikasi Cuaca Berlanjut...
Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga 9 September 2023
Prakiraan Cuaca 5 Kota...
Prakiraan Cuaca 5 Kota Besar di Indonesia, Sebagian Cerah Berawan
Puasa Ramadhan Hari...
Puasa Ramadhan Hari Ke-15, Cuaca Jakarta Cenderung Panas Sepanjang Hari
Cuaca Jabodetabek Diprediksi...
Cuaca Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Era Baru Dunia Meteorologi,...
Era Baru Dunia Meteorologi, Pentingnya Kolaboratif terkait Informasi Cuaca
Cuaca DKI Hari Ini,...
Cuaca DKI Hari Ini, Waspadai Hujan Disertai Kilat di Jaksel dan Jaktim
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved