Misteri SBY gebrak meja

Rabu, 27 Februari 2013 - 17:08 WIB
Misteri SBY gebrak meja
Misteri SBY gebrak meja
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan menggebrak meja saat ditemui Muhammad Nazaruddin yang saat itu masih menjabat Bendahara Umum Partai Demokrat.

SBY menggebrak meja saat Nazaruddin mengeluarkan ancaman kepadanya. Nazar mengatakan Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ani Yudhoyono menerima uang hasil korupsi. Mendapat pernyataan dari Nazar itu, SBY marah bukan kepalang.

"Pertemuannya dengan Nazarudin bendahara Demokrat pada 23 Mei 2011 di Cikeas. Kabarnya gebrakan meja SBY kedua membuat meja terpental," kata Pemerhati hukum dan politik dari The Indonesian Reform Martimus Amin dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (27/8/2013).

"Misteri pertama gebrakan meja SBY sudah terkuak terang benderang tentang pernyataan Nazaruddin menginfokan bahwa Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga menerima uang," tambahnya.

Aksi gebrak meja dan keterlibatan Ibas dalam kasus korupsi, dibenarkan oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Berarti dari kesaksian Nazarudin dan Anas tersebut, serta data dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan yang kini menjadi bahan pegangan KPK, maka sudah sepatutnya lembaga KPK melakukan penetapan status Ibas sebagai tersangka dan diadili untuk dihukum seberat-beratnya," tandasnya.

Menurutnya, lembaga antikorupsi itu bersyukur dengan terkuaknya misteri tersebut. Sehingga bisa membantu KPK untuk mengusut oknum-oknum yang ada di lingkungan Istana.

"KPK sudah terbantu dengan terkuaknya misteri gebrakan meja pertama. Maka akan terkuak pula misteri gerakan meja kedua, yakni dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Cikeas dan kroni lainnya," tuturnya.

Maka itu, katanya, berdasarkan keterangan Nazaruddin, Ibu Negara Ani Yudhoyono juga menerima uang darinya yang berasal dari Pertamina.

"Seusai keterangan Nazaruddin yang menyatakan istri Presiden SBY, Ani Yudhoyono telah menerima uang darinya sebesar USD5 juta pemberian dari Pertamina," katanya lagi.

Dia mengatakan, jika KPK sudah mulai mendalami permasalahan itu, dapat dipastikan kasus-kasus besar akan terbongkar semuanya.

"Dengan memulai pengusutan ini, maka akan terkuak misteri-misteri selanjutnya, dari mega korupsi Centuri, IT KPU, skandal pajak, narkoba, gratifikasi yang terkait Istana," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Infografis
Misteri Dinosaurus Cakar...
Misteri Dinosaurus Cakar Maut di Jurrasic World Terpecahkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved