Anas akui pernah berseberangan dengan SBY
Rabu, 27 Februari 2013 - 16:44 WIB
Anas akui pernah berseberangan dengan SBY
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Anas Urbaningrum tidak menampik, jika semasa dirinya masih menjadi Ketum, pernah berseberangan dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun, Anas tidak menjelaskan secara gamblang, persoalan apa saja yang antara dirinya dengan SBY tidak sependapat.
"Ada tentu dinamika, kadang-kadang berbeda, itu hal yang biasa saja. Tapi kadang-kadang perbedaan itu dianggap keluar dari jalur loyalitas. Padahal itu dinamika yang biasa, loyalitas saya kepada partai, loyalitas struktural Ketua Umum dengan Ketua Dewan Pembina," kata Anas, seperti dikutip Sindonews dari hasil wawancara khusus yang ditayangkan RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari.
Politikus kelahiran di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969 ini menganggap, akibat adanya perbedaan pendapat tersebut, dia merasa SBY menganggapnya tidak loyal terhadap partai.
"Yang saya rasakan begitu. Biasalah, ada keputusan-keputusan politik yang beda perspektif, tapi itulah partai. Tapi kadang-kadang itulah yang dilihat sebagai keluar dari garis loyalitas," ucapnya.
Namun, mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini berharap, agar SBY bisa memahami apa yang dilakukannya itu. "Saya berharap begitu. beliau (SBY) bisa mengerti dan memahami," pungkasnya.
Namun, Anas tidak menjelaskan secara gamblang, persoalan apa saja yang antara dirinya dengan SBY tidak sependapat.
"Ada tentu dinamika, kadang-kadang berbeda, itu hal yang biasa saja. Tapi kadang-kadang perbedaan itu dianggap keluar dari jalur loyalitas. Padahal itu dinamika yang biasa, loyalitas saya kepada partai, loyalitas struktural Ketua Umum dengan Ketua Dewan Pembina," kata Anas, seperti dikutip Sindonews dari hasil wawancara khusus yang ditayangkan RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari.
Politikus kelahiran di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969 ini menganggap, akibat adanya perbedaan pendapat tersebut, dia merasa SBY menganggapnya tidak loyal terhadap partai.
"Yang saya rasakan begitu. Biasalah, ada keputusan-keputusan politik yang beda perspektif, tapi itulah partai. Tapi kadang-kadang itulah yang dilihat sebagai keluar dari garis loyalitas," ucapnya.
Namun, mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini berharap, agar SBY bisa memahami apa yang dilakukannya itu. "Saya berharap begitu. beliau (SBY) bisa mengerti dan memahami," pungkasnya.
(maf)