Anas akui SBY memintanya mundur jadi calon Ketum
Rabu, 27 Februari 2013 - 11:48 WIB
Anas akui SBY memintanya mundur jadi calon Ketum
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Anas Urbaningrum akui, dirinya mendapat tekanan dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, pada 2010 lalu.
Anas mengakui, jika dirinya tidak mendapat restu untuk maju sebagai kandidat calon Ketua Umum Partai Demokrat pada saat itu. Bahkan dia diminta oleh Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk tidak maju mencalonkan diri.
"Memang yang di depan panggung, berbeda dengan yang di belakang panggung, tentu itu sudah saya sadari sejak awal. Bukan hanya saya, tapi peserta kongres saya kira merasakan dan menyadari itu. Banyak yang meminta (untuk tidak maju), termasuk Pak SBY," ucap Anas, seperti dikutip Sindonews dari hasil wawancara khusus RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari.
Namun, Anas tidak bisa menceritakan secara gamblang, kalimat seperti apa yang diucapkan SBY ketika menyuruhnya untuk tidak maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
"Itu nanti saya ceritakan, kalau di sini ruangnya tidak terlalu bisa mengeksplorasi. Tetapi intinya seperti itu," tegasnya.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini mengungkapkan, kongres tersebut tampilannya cukup bagus dan demokratis, tapi dinamika yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu.
"Pegangan saya adalah Partai Demokrat itu adalah partai yang mempraktikkan asas-asas dan prinsip demokrasi. Itu nilai yang diajarkan di Partai Demokrat. Ajaran itu penting dan tinggi nilainya, memacu seluruh dinamika di dalam organisasi, tentu itu yang saya pegang," pungkasnya.
Anas mengakui, jika dirinya tidak mendapat restu untuk maju sebagai kandidat calon Ketua Umum Partai Demokrat pada saat itu. Bahkan dia diminta oleh Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk tidak maju mencalonkan diri.
"Memang yang di depan panggung, berbeda dengan yang di belakang panggung, tentu itu sudah saya sadari sejak awal. Bukan hanya saya, tapi peserta kongres saya kira merasakan dan menyadari itu. Banyak yang meminta (untuk tidak maju), termasuk Pak SBY," ucap Anas, seperti dikutip Sindonews dari hasil wawancara khusus RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari.
Namun, Anas tidak bisa menceritakan secara gamblang, kalimat seperti apa yang diucapkan SBY ketika menyuruhnya untuk tidak maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
"Itu nanti saya ceritakan, kalau di sini ruangnya tidak terlalu bisa mengeksplorasi. Tetapi intinya seperti itu," tegasnya.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini mengungkapkan, kongres tersebut tampilannya cukup bagus dan demokratis, tapi dinamika yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu.
"Pegangan saya adalah Partai Demokrat itu adalah partai yang mempraktikkan asas-asas dan prinsip demokrasi. Itu nilai yang diajarkan di Partai Demokrat. Ajaran itu penting dan tinggi nilainya, memacu seluruh dinamika di dalam organisasi, tentu itu yang saya pegang," pungkasnya.
(maf)