Tridianto: Pertemuan di rumah Anas hanya silaturahmi

Senin, 25 Februari 2013 - 12:07 WIB
Tridianto: Pertemuan...
Tridianto: Pertemuan di rumah Anas hanya silaturahmi
A A A
Sindonews.com - Mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Cilacap, Tridianto mengemukakan ada beberapa tokoh yang saat ini tengah berbincang dengan Anas Urbaningrum.

Namun, dia menjelaskan kalau pertemuan itu sebatas silaturahmi dengan pria yang baru saja mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

"Acara biasa dan tamunya juga biasa-biasa saja, hanya sebatas silaturahmi saja kok. Memang yang datang dari pagi, sore hingga malam ada. Tetapi hanya sebatas silaturahmi," jelas Tridianto kepada wartawan di kediaman Anas, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (25/2/2013).

Lebih lanjut, kata dia, tamu yang saat ini berada di rumah Anas antara lain dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan KAHMI serta Ketua Pemenangan Pemilu Jawa I Partai Golkar, Ade Komarudin.

"Yang ada saat ini teman-teman dari KAHMI, HMI dan Pak Ade Komarudin, sedang ngobrol biasa saja. Karena Pak Anas juga sedang istirahat," lanjutnya.

Sementara ketika disinggung mengenai apakah ada komunikasi antara Anas dengan petinggi Demokrat lainnya, Tridianto mengaku belum mengetahui hal tersebut.

"Wah kalau soal komunikasi saya belum tahu," tandasnya.

Seperti diberitakan Sindonews, Anas ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan keterlibatan proyek pembangunan Sport Center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam surat penyidikan, mantan Ketua PB HMI disebut melanggar Pasal 12 a, b atau pasal 11 Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Lantaran status barunya itu pun akhirnya dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. "Standar etik pribadi saya kalau saya punya status hukum sebagai tersangka maka saya akan berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat. Ini bukan soal jabatan dan posisi ini soal standar etik, standar etik pribadi saya alhamdulillah cocok dengan pakta integritas yang diterapkan di Partai Demokrat."

"Saya sendiri sudah tandatanganin pakta integritas dengan atau tanpa pakta integrits standar etik saya merasakan hal yang sama saya berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat," kata Anas
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved