Elda akui pernah mendapat teror dari Fathanah
Jum'at, 22 Februari 2013 - 17:47 WIB
Elda akui pernah mendapat teror dari Fathanah
A
A
A
Sindonews.com - Direktur PT Radina Niaga Mulia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia, Elda Deviani Adhiningrat mengaku, jika dirinya kerap diteror oleh Ahmad Fathanah.
Menurut kuasa hukum Elda, John Pieter Nazar, teror yang dilayangkan ke kliennya oleh kolega mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, terkait kasus pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan).
"Elda sering diteror dan ditekan AF lewat telepon. (Pembicaraan) teleponnya jorok sekali. Terus minta uang," kata John saat mendampingi kliennya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2013).
Menurut John Pieter, teror itu terjadi sebelum terjadi peristiwa penangkapan Ahmad Fathanah dan mahasiswi Universitas Moestopo, Maharani Suciyono, di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, 29 Januari silam. Elda, kata John Pieter, diteror agar kliennya bisa membantu dirinya meminta uang lelah dari Maria Elizabeth Liman.
"Karena (AF) merasa berjasa membuat pertemuan di Medan, minta dulu duit DP (uang muka) dong buat capai," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan John Pieter, Ahmad Fathanah saat meneror Elda selalu membawa serta nama Luthfi dalam pembicaraan. "AF bawa-bawa (nama) Luthfi. Elda berteman dengan AF," pungkasnya.
Dalam pengurusan impor daging sapi, Elda sendiri disebut-sebut punya peran penting. Elda pernah menggelar pertemuan yang diduga membicarakan bagi-bagi kuota impor daging sapi dengan Mentan, Suswono, mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, dan bos PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman di Medan, beberapa hari sebelum operasi tangkap tangan (OTT).
Menurut kuasa hukum Elda, John Pieter Nazar, teror yang dilayangkan ke kliennya oleh kolega mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, terkait kasus pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan).
"Elda sering diteror dan ditekan AF lewat telepon. (Pembicaraan) teleponnya jorok sekali. Terus minta uang," kata John saat mendampingi kliennya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2013).
Menurut John Pieter, teror itu terjadi sebelum terjadi peristiwa penangkapan Ahmad Fathanah dan mahasiswi Universitas Moestopo, Maharani Suciyono, di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, 29 Januari silam. Elda, kata John Pieter, diteror agar kliennya bisa membantu dirinya meminta uang lelah dari Maria Elizabeth Liman.
"Karena (AF) merasa berjasa membuat pertemuan di Medan, minta dulu duit DP (uang muka) dong buat capai," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan John Pieter, Ahmad Fathanah saat meneror Elda selalu membawa serta nama Luthfi dalam pembicaraan. "AF bawa-bawa (nama) Luthfi. Elda berteman dengan AF," pungkasnya.
Dalam pengurusan impor daging sapi, Elda sendiri disebut-sebut punya peran penting. Elda pernah menggelar pertemuan yang diduga membicarakan bagi-bagi kuota impor daging sapi dengan Mentan, Suswono, mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, dan bos PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman di Medan, beberapa hari sebelum operasi tangkap tangan (OTT).
(maf)