Pemerintah gagal perbaiki kualitas layanan kesehatan

Rabu, 20 Februari 2013 - 17:08 WIB
Pemerintah gagal perbaiki...
Pemerintah gagal perbaiki kualitas layanan kesehatan
A A A
Sindonews.com - Pengamat kesehatan Universitas Gajah Mada (UGM), Prof dr Siswanto Agus Wilopo menilai, pemerintah selalu saja miss communication dalam memprediksi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kesalahan komunikasi pemerintah tersebut, tidak hanya terjadi pada kebutuhan fasilitas kesehatan saja, tapi juga pada kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Saya melihat, jika pemerintah menggampangkan segala sesuatunya. Padahal, dengan penjaminan kesehatan yang murah meriah model BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) tersebut, nantinya mampu menimbulkan moral dengan terjadinya lonjakan jumlah pasien," ucapnya saat ditemui di Fakultas Kedokteran (FK) UGM, di Yogyakarta, Rabu (20/2/2013).

Siswanto menegaskan, kesalahan komunikasi pemerintah tersebut, berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, dengan fasilitas seadanya, maka pelayanan kesehatan justru menjadi bencana, seperti kasus kematian salah satu bayi kembar yang terjadi di Jakarta.

Karenanya, pemerintah sejak awal seharusnya mampu berpikir secara tepat dan cermat. Baginya, kesehatan masyarakat bisa disimulasi berdasarkan perhitungan yang ada saat ini.

"Namanya sakit itu memang tidak bisa diprediksi, tapi kan bisa dikira-kira. Misalnya saja untuk penjaminan kesehatan ibu dan anak, bisa melihat dari perhitungan angka kelahiran bayi. Kalau satu tahun rata-rata 20 bayi lahir per 1000 angka kehamilan, bisa diperkirakan kebutuhan pelayanan kesehatannya, persiapan infrastuktur, berapa biaya dan SDM yang diperlukan," paparnya.

Ditegaskan Siswanto, semua hal bisa direncanakan dan dipersiapkan. Hanya saja, untuk melakukan semua itu dibutuhkan komitmen dari pemerintah sendiri dalam menyusun kebijakan.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved