KPK belum rampung selidiki bocornya sprindik Anas
Rabu, 20 Februari 2013 - 13:29 WIB
KPK belum rampung selidiki bocornya sprindik Anas
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui lamban menyelesaikan masalah kebocoran draf surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) ditujukan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Meski sudah hari kelima bekerja untuk menyelidiki, namun tim investigasi sprindik Anas belum bisa menyimpulkan.
“Komite etik kaitannya dengan Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) itu sudah mendapatkan surat tugas dari pimpinan berdasarkan rapat untuk melakukan penelusuran tentang kebocoran surat yang mirip dengan sprindik itu. Tapi sampai saat ini belum rampung,“ jelas Wakil Ketua KPK Busyro Muqodas di kantor KPK, Jalah HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2/2013).
Busyro tak menyebut adanya kendala dalam proses investigasi itu. “Itu kan belum sepekan. Itu baru lima hari yang lalu. Sama sekali di sini tidak ada kendala,“ tukasnya.
Busyro meminta semua pihak agar bersabar untuk menanti hasil dari tim invesitigasi. Pasalnya, meskipun dalam dokumen tersebut ada tanda tangan tiga pimpinan minus dirinya dan juga Bambang Widjojanto, bukan berarti dirinya sudah dapat memastikan dokumen tersebut asli atau palsu.
“Pokoknya tunggu saja tentang draf sprindik masih diteliti sama PI. Pokoknya tunggu hasil saja. Saya tidak boleh mendahului,“ tegasnya.
Meski sudah hari kelima bekerja untuk menyelidiki, namun tim investigasi sprindik Anas belum bisa menyimpulkan.
“Komite etik kaitannya dengan Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) itu sudah mendapatkan surat tugas dari pimpinan berdasarkan rapat untuk melakukan penelusuran tentang kebocoran surat yang mirip dengan sprindik itu. Tapi sampai saat ini belum rampung,“ jelas Wakil Ketua KPK Busyro Muqodas di kantor KPK, Jalah HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2/2013).
Busyro tak menyebut adanya kendala dalam proses investigasi itu. “Itu kan belum sepekan. Itu baru lima hari yang lalu. Sama sekali di sini tidak ada kendala,“ tukasnya.
Busyro meminta semua pihak agar bersabar untuk menanti hasil dari tim invesitigasi. Pasalnya, meskipun dalam dokumen tersebut ada tanda tangan tiga pimpinan minus dirinya dan juga Bambang Widjojanto, bukan berarti dirinya sudah dapat memastikan dokumen tersebut asli atau palsu.
“Pokoknya tunggu saja tentang draf sprindik masih diteliti sama PI. Pokoknya tunggu hasil saja. Saya tidak boleh mendahului,“ tegasnya.
(lns)