Skandal Imam Bonjol menguak kamuflase KPU & DPR

Jum'at, 15 Februari 2013 - 15:47 WIB
Skandal Imam Bonjol...
Skandal Imam Bonjol menguak kamuflase KPU & DPR
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), KH Choirul Anam menyampaikan kekecewaanya atas kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam melaksanakan verifikasi partai politik (Parpol).

Kekecewaan pria yang akrab disapa Cak Anam itu, dituangkannya dalam sebuah buku berjudul Skandal Imam Bonjol. Dalam bukunya itu, dia menilai proses verifikasi parpol berisi kamuflase antara KPU dengan DPR.

"Buku ini merupakan catatan kesaksian penulis saat mengikuti drama verifikasi parpol peserta Pemilu 2014 yang diperankan KPU," jelas Cak Anam dalam kata pengantar di bukunya halaman IV, di Kantor PKPI, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2013).

Dia melanjutkan, penerbitan buku tersebut sengaja dilakukan, untuk menginformasikan kepada masyarakat, terkait proses verifikasi parpol yang dilakukan oleh KPU dengan fakta yang dimilikinya.

"Apa yang saya lihat, saya alami, dan saya rasakan bersama kawan-kawan parpol non parlemen, saya catat di buku ini, agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini," tulisnya.

Dalam bukunya itu Cak Anam memulai dengan komentar berbagai politikus di DPR RI hingga pengamat politik dalam menyikapi verifikasi Parpol, termasuk hasil sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang meloloskan 18 Parpol untuk mengikuti verifikasi faktual sebelum akhirnya kembali gagal.

"Buku ini dipersepsikan sebagai tulisan ilmiah, namun data dan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk media cetak dan online, sehingga bisa dipertanggungjawabkan," sambungnya.

Pada bagian dua, dia memuat carut marut veritifikasi parpol, hingga dibatalkannya revisi undang-undang Pemilu oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebenarnya skandal ini sudah terlihat ketika MK meminta sembilan parpol senayan untuk ikut verifikasi termasuk 30 persen keterwakilan perempuan tetapi mereka menolak.

Menilai terbitnya buku ini, pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti mengakui, memang ada skandal yang dilakukan oleh KPU kepada parpol non parlemen.

"Saya melihat dari awal jadwal pelaksanaan pemilu di mulai dari pendaftaran tim kampanye parpol yang harusnya dilaksanakan paling lambat 3 hari setelah jadwal 11 Januari tapi sekarang masih ada yang belum daftar dan kata KPU tidak apa-apa, mereka selingkuh dengan DPR," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Tatib Direvisi, DPR...
Tatib Direvisi, DPR Bisa Copot Kapolri hingga Pimpinan KPK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved