Mundurnya Ibas tak diyakini gantikan Anas
Kamis, 14 Februari 2013 - 17:02 WIB
Mundurnya Ibas tak diyakini gantikan Anas
A
A
A
Sindonews.com - Mundurnya Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dari keanggotaan DPR diyakini kader Partai Demokrat di daerah, bukan untuk menggantikan posisi Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Namun, Ketua Dewan Pimpinan cabang (DPC) PD Kabupaten Trenggalek Lamuji meyakini, keluarnya anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari DPR hanya untuk konsentrasi kepada partai.
"Kemungkinan itu (mengganti posisi Anas) memang ada. Tapi sepertinya skenario itu jauh dan tidak ada," ujarnya kepada SINDO Kamis (14/2/2013).
Selain itu yang menjadi pertimbangan Ibas mengundurkan diri adalah permasalahan yang belum lama dia alami, seperti absensinya pada sidang paripurna di DPR kemarin. "Namun tentunya, yang lebih tahu akan hal itu Mas Ibas sendiri," terangnya.
Selain itu, sebelumnya Lamuji juga tidak melihat sinyal rencana pengunduran Ibas tersebut. Ia mengetahui kabar itu justru dari pemberitaan media.
"Timnya yang ada di dapil juga tidak menduga hal itu. Saya juga belum tahu apakah tim Mas Ibas nanti tetap bekerja seperti biasa atau bagaimana. Namun, saya yakin Mas Ibas tetap akan menjalin komunikasi dengan konstituen di Trenggalek," pungkasnya.
Sekadar informasi, Ibas memulai karir politik pada tahun 2009 pada Pemilihan Legislatif (Pileg). Putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mencalonkan diri sebagai wakil rakyat melalui daerah pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur.
Dari Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi Ibas memperoleh dukungan 327.097 suara. Secara statistik dukungan yang didapatnya tertinggi se-Indonesia.
Sementara di DPR Ibas dipercaya sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) yang juga duduk di Komisi I DPR bidang hubungan luar negeri.
Pada Kongres II PD Ibas ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat mendampingi Anas Urbaningrum.
Namun, Ketua Dewan Pimpinan cabang (DPC) PD Kabupaten Trenggalek Lamuji meyakini, keluarnya anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari DPR hanya untuk konsentrasi kepada partai.
"Kemungkinan itu (mengganti posisi Anas) memang ada. Tapi sepertinya skenario itu jauh dan tidak ada," ujarnya kepada SINDO Kamis (14/2/2013).
Selain itu yang menjadi pertimbangan Ibas mengundurkan diri adalah permasalahan yang belum lama dia alami, seperti absensinya pada sidang paripurna di DPR kemarin. "Namun tentunya, yang lebih tahu akan hal itu Mas Ibas sendiri," terangnya.
Selain itu, sebelumnya Lamuji juga tidak melihat sinyal rencana pengunduran Ibas tersebut. Ia mengetahui kabar itu justru dari pemberitaan media.
"Timnya yang ada di dapil juga tidak menduga hal itu. Saya juga belum tahu apakah tim Mas Ibas nanti tetap bekerja seperti biasa atau bagaimana. Namun, saya yakin Mas Ibas tetap akan menjalin komunikasi dengan konstituen di Trenggalek," pungkasnya.
Sekadar informasi, Ibas memulai karir politik pada tahun 2009 pada Pemilihan Legislatif (Pileg). Putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mencalonkan diri sebagai wakil rakyat melalui daerah pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur.
Dari Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi Ibas memperoleh dukungan 327.097 suara. Secara statistik dukungan yang didapatnya tertinggi se-Indonesia.
Sementara di DPR Ibas dipercaya sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) yang juga duduk di Komisi I DPR bidang hubungan luar negeri.
Pada Kongres II PD Ibas ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat mendampingi Anas Urbaningrum.
(mhd)