Publik menunggu investigasi KPK soal pembocor sprindik
Rabu, 13 Februari 2013 - 15:16 WIB
Publik menunggu investigasi KPK soal pembocor sprindik
A
A
A
Sindonews.com - Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditengarai telah disusupi pihak tertentu yang mempunyai kepentingan politik. Maka itu, KPK diminta segera melakukan pengusutan secara tuntas.
Ketua Dewan Penasihan Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) mengungkapkan, bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) terkait Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum merupakan suatu yang memprihatinkan.
"Soal sprindik, apa yang sudah dilakukan KPK? Coba investigasi, kita harapkan bisa ditemukan siapa yang membocorkan," ujarnya di Cimanggis, Depok, Rabu (13/02/2013).
Dia mengatakan, saat ini publik sangat menunggu hasil investigasi menyangkut kejelasan sprindik tersebut."Itu kan perlu diselidiki siapa yang membocorkan, kita tunggu. Bisa orang dalam ataupun orang luar (KPK) yang membocorkan," tukasnya.
Sebelumnya, sprindik yang mencantumkan nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka beredar di kalangan publik. KPK sendiri melalui juru bicaranya Johan Budi membantah telah mengeluarkan sprindik tersebut.
Belakangan, nama asisten staf khusus Presiden Imelda Sari disebut-sebut sebagai pihak yang telah membocorkan sprindik tersebut ke media. Namun yang bersangkutan membantah telah menyebarkan sprindik tersebut.
Ketua Dewan Penasihan Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) mengungkapkan, bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) terkait Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum merupakan suatu yang memprihatinkan.
"Soal sprindik, apa yang sudah dilakukan KPK? Coba investigasi, kita harapkan bisa ditemukan siapa yang membocorkan," ujarnya di Cimanggis, Depok, Rabu (13/02/2013).
Dia mengatakan, saat ini publik sangat menunggu hasil investigasi menyangkut kejelasan sprindik tersebut."Itu kan perlu diselidiki siapa yang membocorkan, kita tunggu. Bisa orang dalam ataupun orang luar (KPK) yang membocorkan," tukasnya.
Sebelumnya, sprindik yang mencantumkan nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka beredar di kalangan publik. KPK sendiri melalui juru bicaranya Johan Budi membantah telah mengeluarkan sprindik tersebut.
Belakangan, nama asisten staf khusus Presiden Imelda Sari disebut-sebut sebagai pihak yang telah membocorkan sprindik tersebut ke media. Namun yang bersangkutan membantah telah menyebarkan sprindik tersebut.
(mhd)