Dituding penyebar sprindik, Istana minta jangan digeneralisasi
Selasa, 12 Februari 2013 - 16:13 WIB
Dituding penyebar sprindik, Istana minta jangan digeneralisasi
A
A
A
Sindonews.com - Pihak Istana Kepresidenan meminta kepada semua pihak untuk tidak mengeneralisasi tudingan yang menyasar ke salah satu staf Istana Kepresidenan.
Hal itu dikatakan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa draf surat perintah penyidikan (Sprindik) palsu Anas Urbaningrum disebarkan oleh staf media Presiden SBY, Imelda Sari.
"Yang bersangkutan (Imelda) kan sudah berikan penjelasan. Kalau itu masih menjadi polemik di media, maka bisa diminta penjelasan lagi. Kami kira itu pandangan yang sifatnya pribadi. Itu tidak bisa digeneralisasi atau dianggap suatu sikap lembaga," ujar Julian di Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU), Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (12/2/2013).
Menurutnya, jika muncul pemberitaan yang menyudutkan salah seorang staf khusus Kepresidenan, tidak lantas berhubungan dengan pihak Istana Kepresidenan.
"Kalau kemudian muncul berita adanya staf dari staf khusus Presiden berkaitan dengan bocornya sprindik KPK itu, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami. Dan kami pastikan itu bukan secara formal dilakukan oleh lembaga kepresidenan, dalam hal ini staf khusus Presiden,"pungkasnya.
Seperti diketahui, berbagai pengamat politik atau politikus menuding bahwa jika draf sprindik Anas terbukti palsu itu sengaja dikeluarkan oleh pihak Istana Kepresidenan.
Bahkan, belum lama ini, beredar pesan singkat melalui BlackBerry Messenger yang berisikan, "Sudah bocor, penyebar sprindik palsu penetapan tersangka AU adalah Imelda Sari, staf media presiden SBY dan istrinya, mantan wartawan SCTV dan sekarang bekerja untuk pusat komunikasi Presiden yang berkantor di Jalan Veteran."
Hal itu dikatakan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa draf surat perintah penyidikan (Sprindik) palsu Anas Urbaningrum disebarkan oleh staf media Presiden SBY, Imelda Sari.
"Yang bersangkutan (Imelda) kan sudah berikan penjelasan. Kalau itu masih menjadi polemik di media, maka bisa diminta penjelasan lagi. Kami kira itu pandangan yang sifatnya pribadi. Itu tidak bisa digeneralisasi atau dianggap suatu sikap lembaga," ujar Julian di Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU), Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (12/2/2013).
Menurutnya, jika muncul pemberitaan yang menyudutkan salah seorang staf khusus Kepresidenan, tidak lantas berhubungan dengan pihak Istana Kepresidenan.
"Kalau kemudian muncul berita adanya staf dari staf khusus Presiden berkaitan dengan bocornya sprindik KPK itu, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami. Dan kami pastikan itu bukan secara formal dilakukan oleh lembaga kepresidenan, dalam hal ini staf khusus Presiden,"pungkasnya.
Seperti diketahui, berbagai pengamat politik atau politikus menuding bahwa jika draf sprindik Anas terbukti palsu itu sengaja dikeluarkan oleh pihak Istana Kepresidenan.
Bahkan, belum lama ini, beredar pesan singkat melalui BlackBerry Messenger yang berisikan, "Sudah bocor, penyebar sprindik palsu penetapan tersangka AU adalah Imelda Sari, staf media presiden SBY dan istrinya, mantan wartawan SCTV dan sekarang bekerja untuk pusat komunikasi Presiden yang berkantor di Jalan Veteran."
(kri)