Iberamsjah : SBY kudeta Anas secara halus

Sabtu, 09 Februari 2013 - 07:33 WIB
Iberamsjah : SBY kudeta...
Iberamsjah : SBY kudeta Anas secara halus
A A A
Sindonews.com - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Iberamsjah mengatakan, pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta Anas Urbaningrum fokus menghadapi masalah hukum di KPK bahasa halus penonaktifannya sebagai ketua umum.

SBY dinilai sengaja menyampaikan pernyataannya secara diplomatis agar tak terkesan sedang menzolimi Anas. "Itu sama saja dengan Anas dinonaktifkan, SBY kan mengatakan bahwa sepenuhnya kendali penyelamatan partai di tangan SBY. Artinya tak ada lagi peran Anas di sana," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (9/2/2013).

Bahkan, ia menilai, langkah yang diambil SBY untuk menyelamatkan Partai Demokrat sebagai bentuk kudeta terhadap Anas dari kursi ketua umum. Hanya saja, lanjutnya, SBY melakukannya dengan cara yang sedikit santun.

"Sekali lagi, cara SBY halus dan diplomatis. Bahasanya sengaja dibuat sedikit bercabang, khas SBY sekali begitu. Tapi poin sebenarnya, bahwa Anas sedang di kudeta," ujarnya.

Sebelumnya, SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk fokus menghadapi masalah hukum dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, SBY bakal memimpin langsung upaya pembenahan di internal Partai Demokrat.

"Kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang tetap menjadi wakil ketua Majelis Partai, sementara saya memimpin langsung gerakan pembersihan dan penertiban Partai Demokrat ini," kata SBY saat jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam.

"Memberi kesempatan kepada saudara Anas untuk lebih memfokuskan diri terhadap dugaan masalah hukum yang sedang ditangani KPK," lanjutnya.

SBY berharap keadilan benar-benar dapat ditegakkan dalam penanganan kasus Hambalang yang melibatkan Anas Urbaningrum. Dia menegaskan tim hukum Partai Demokrat siap untuk memberikan bantuan hukum kepada Anas.

"Dengan memohon kepada yang Maha Kuasa, Partai Demokrat mengutamakan penataan, penertiban dan pembersihan partai dari unsur negatif terlebih dahulu baru melakukan ikhtiar untuk keberhasilan Pemilu 2014," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Infografis
10 Negara Terkuat di...
10 Negara Terkuat di Dunia 2025 secara Militer Versi GFP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved