Pengamat: Pernyataan SBY multitafsir bagi Anas
Sabtu, 09 Februari 2013 - 06:36 WIB
Pengamat: Pernyataan SBY multitafsir bagi Anas
A
A
A
Sindonews-com. Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menilai, pidatonya SBY mengisyaratkan akan mengambil alih seluruh kendali partai berlambang Mercy ini masih belum memperlihatkan ketegasan. Menurutnya, pernyataan SBY bisa saja ditafsirkan berbeda oleh Anas Urbaningrum.
Ia mencontohkan, soal permintaan SBY ke Anas yang harus fokus ke masalah hukum yang dituduhkan. Pasalnya, sampai sekarang Anas sama sekali belum menjadi tersangka.
"Gaya bahasa SBY selalu demikian, high context culture, tidak to the point, diplomatis meski maksudnya terbaca, yakni SBY menginginkan Anas fokus dulu menghadapi kasus hukum. Karena, masih belum eksplisit juga permintaan SBY, bisa saja Anas menafsirkan berbeda," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (9/2/2013).
"Saya melihat, meskipun secara wacana nampak detail, tapi di sana-sini sangat bersayap dan menampilkan kalimat retoris yang multitafsir," lanjutnya.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute menambahkan, dalam posisi seperti ini Anas Cs juga akan melihat perkembangan. Menurutnya, Anas belum akan mengambil langkah selanjutnya termasuk berkonsolidasi dengan DPD dan DPC yang juga merupakan basis pendukungnya.
"Saya kira Anas dkk akan melihat perkembangan, saya yakin Anas masih akan memberi tafsir berbeda tentang posisinya," kata Gun Gun.
Sebelumnya, SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk fokus menghadapi masalah hukum dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, SBY bakal memimpin langsung upaya pembenahan di internal Partai Demokrat.
"Kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang tetap menjadi wakil ketua Majelis Partai, sementara saya memimpin langsung gerakan pembersihan dan penertiban Partai Demokrat ini," kata SBY saat jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam.
"Memberi kesempatan kepada saudara Anas untuk lebih memfokuskan diri terhadap dugaan masalah hukum yang sedang ditangani KPK," lanjutnya.
SBY berharap keadilan benar-benar dapat ditegakkan dalam penanganan kasus Hambalang yang melibatkan Anas Urbaningrum. Dia menegaskan tim hukum Partai Demokrat siap untuk memberikan bantuan hukum kepada Anas.
"Dengan memohon kepada yang Maha Kuasa, Partai Demokrat mengutamakan penataan, penertiban dan pembersihan partai dari unsur negatif terlebih dahulu baru melakukan ikhtiar untuk keberhasilan Pemilu 2014," tegasnya.
Ia mencontohkan, soal permintaan SBY ke Anas yang harus fokus ke masalah hukum yang dituduhkan. Pasalnya, sampai sekarang Anas sama sekali belum menjadi tersangka.
"Gaya bahasa SBY selalu demikian, high context culture, tidak to the point, diplomatis meski maksudnya terbaca, yakni SBY menginginkan Anas fokus dulu menghadapi kasus hukum. Karena, masih belum eksplisit juga permintaan SBY, bisa saja Anas menafsirkan berbeda," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (9/2/2013).
"Saya melihat, meskipun secara wacana nampak detail, tapi di sana-sini sangat bersayap dan menampilkan kalimat retoris yang multitafsir," lanjutnya.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute menambahkan, dalam posisi seperti ini Anas Cs juga akan melihat perkembangan. Menurutnya, Anas belum akan mengambil langkah selanjutnya termasuk berkonsolidasi dengan DPD dan DPC yang juga merupakan basis pendukungnya.
"Saya kira Anas dkk akan melihat perkembangan, saya yakin Anas masih akan memberi tafsir berbeda tentang posisinya," kata Gun Gun.
Sebelumnya, SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk fokus menghadapi masalah hukum dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, SBY bakal memimpin langsung upaya pembenahan di internal Partai Demokrat.
"Kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang tetap menjadi wakil ketua Majelis Partai, sementara saya memimpin langsung gerakan pembersihan dan penertiban Partai Demokrat ini," kata SBY saat jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam.
"Memberi kesempatan kepada saudara Anas untuk lebih memfokuskan diri terhadap dugaan masalah hukum yang sedang ditangani KPK," lanjutnya.
SBY berharap keadilan benar-benar dapat ditegakkan dalam penanganan kasus Hambalang yang melibatkan Anas Urbaningrum. Dia menegaskan tim hukum Partai Demokrat siap untuk memberikan bantuan hukum kepada Anas.
"Dengan memohon kepada yang Maha Kuasa, Partai Demokrat mengutamakan penataan, penertiban dan pembersihan partai dari unsur negatif terlebih dahulu baru melakukan ikhtiar untuk keberhasilan Pemilu 2014," tegasnya.
(kri)