Ambil alih Demokrat, SBY lakukan pembonsaian politik
Sabtu, 09 Februari 2013 - 05:56 WIB
Ambil alih Demokrat, SBY lakukan pembonsaian politik
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memutuskan mengambil alih wewenang Anas Urbaningrum selaku ketua umum dianggap sebagai upaya pembonsaian politik.
Kendati dilakukan atas nama penyelamatan partai, keputusan itu dinilai mengebiri kewenangan Anas sebagai tampuk pimpinan tertinggi DPP Demokrat.
"Intinya, SBY sedang melakukan korporatisme politik atas posisi Anas. Istilah gampangnya, sedang melakukan pembonsaian politik," ujar pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto kepada Sindonews, Sabtu (9/2/2013).
Secara tidak langsung, lanjut Gun Gun, SBY yang juga menduduki Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat telah meniadakan Anas. Sehingga, posisi Anas di tampuk kepemimpinan partai menjadi abu-abu.
"SBY mencoba memosisikan Anas masih sebagai ketua umum secara de jure, tapi secara de facto diambil alih majelis tinggi, di mana SBY sebagai ketuanya," tuturnya.
Sebelumnya, SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk fokus menghadapi masalah hukum dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, SBY bakal memimpin langsung upaya pembenahan di internal Partai Demokrat.
"Kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang tetap menjadi wakil ketua Majelis Partai, sementara saya memimpin langsung gerakan pembersihan dan penertiban Partai Demokrat ini," kata SBY saat jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam.
"Memberi kesempatan kepada saudara Anas untuk lebih memfokuskan diri terhadap dugaan masalah hukum yang sedang ditangani KPK," lanjutnya.
SBY berharap keadilan benar-benar dapat ditegakkan dalam penanganan kasus Hambalang yang melibatkan Anas Urbaningrum. Dia menegaskan tim hukum Partai Demokrat siap untuk memberikan bantuan hukum kepada Anas.
"Dengan memohon kepada yang Maha Kuasa, Partai Demokrat mengutamakan penataan, penertiban dan pembersihan partai dari unsur negatif terlebih dahulu baru melakukan ikhtiar untuk keberhasilan Pemilu 2014," tegasnya.
Kendati dilakukan atas nama penyelamatan partai, keputusan itu dinilai mengebiri kewenangan Anas sebagai tampuk pimpinan tertinggi DPP Demokrat.
"Intinya, SBY sedang melakukan korporatisme politik atas posisi Anas. Istilah gampangnya, sedang melakukan pembonsaian politik," ujar pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto kepada Sindonews, Sabtu (9/2/2013).
Secara tidak langsung, lanjut Gun Gun, SBY yang juga menduduki Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat telah meniadakan Anas. Sehingga, posisi Anas di tampuk kepemimpinan partai menjadi abu-abu.
"SBY mencoba memosisikan Anas masih sebagai ketua umum secara de jure, tapi secara de facto diambil alih majelis tinggi, di mana SBY sebagai ketuanya," tuturnya.
Sebelumnya, SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk fokus menghadapi masalah hukum dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, SBY bakal memimpin langsung upaya pembenahan di internal Partai Demokrat.
"Kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang tetap menjadi wakil ketua Majelis Partai, sementara saya memimpin langsung gerakan pembersihan dan penertiban Partai Demokrat ini," kata SBY saat jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam.
"Memberi kesempatan kepada saudara Anas untuk lebih memfokuskan diri terhadap dugaan masalah hukum yang sedang ditangani KPK," lanjutnya.
SBY berharap keadilan benar-benar dapat ditegakkan dalam penanganan kasus Hambalang yang melibatkan Anas Urbaningrum. Dia menegaskan tim hukum Partai Demokrat siap untuk memberikan bantuan hukum kepada Anas.
"Dengan memohon kepada yang Maha Kuasa, Partai Demokrat mengutamakan penataan, penertiban dan pembersihan partai dari unsur negatif terlebih dahulu baru melakukan ikhtiar untuk keberhasilan Pemilu 2014," tegasnya.
(kri)