SBY lebih mementingkan partainya ketimbang negara
Jum'at, 08 Februari 2013 - 17:37 WIB
SBY lebih mementingkan partainya ketimbang negara
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai lebih mementingkan kepentingan partainya ketimbang negaranya. Padahal, selaku kepala negara, seharusnya dia lebih mengedepankan kepentingan negara.
"Lihat saja waktu dia tawaf dia memilih mendoakan partainya ketimbang negara, dia lebih ingat masalah yang menimpa partainya," ujar Direktur LIMA Ray Rangkuti di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013).
Sikap keberpihakan SBY ini semakin terlihat ketika dirinya menginjakan kaki di tanah air. SBY elbih mengutamakan rapat dengan jajaran elite partainya ketimbang melaksanakan rapat koordinasi dengan para kabinetnya.
"Ketika tiba kan semalam juga langsung gelar rapat mengenai Demokrat, bukannya menggelar rapat koordinasi setelah berkunjung," tegasnya.
Maka itu, dia mengingatkan kepala negara yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut bisa memisahkan kepentingan rakyatnya dengan partai.
"Yah seharusnya kan memikirkan rakyatnya dahulu, tetapi ini langsung menggelar rapat di Cikeas, untuk partai," terangnya.
"Lihat saja waktu dia tawaf dia memilih mendoakan partainya ketimbang negara, dia lebih ingat masalah yang menimpa partainya," ujar Direktur LIMA Ray Rangkuti di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013).
Sikap keberpihakan SBY ini semakin terlihat ketika dirinya menginjakan kaki di tanah air. SBY elbih mengutamakan rapat dengan jajaran elite partainya ketimbang melaksanakan rapat koordinasi dengan para kabinetnya.
"Ketika tiba kan semalam juga langsung gelar rapat mengenai Demokrat, bukannya menggelar rapat koordinasi setelah berkunjung," tegasnya.
Maka itu, dia mengingatkan kepala negara yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut bisa memisahkan kepentingan rakyatnya dengan partai.
"Yah seharusnya kan memikirkan rakyatnya dahulu, tetapi ini langsung menggelar rapat di Cikeas, untuk partai," terangnya.
(mhd)