Terbelit kasus pajak, SBY kambing hitamkan Anas

Rabu, 06 Februari 2013 - 09:00 WIB
Terbelit kasus pajak,...
Terbelit kasus pajak, SBY kambing hitamkan Anas
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini dinilai tengah mencari kambing hitam atas kasus laporan pajak tahunannya dengan 'menyentil' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus korupsi sport center, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro, SBY seakan mau melarikan diri agar publik lebih melihat Anas ketimbang kasus yang membelitnya.

"SBY jangan seperti itu, ini sudah bukan zaman orde baru lagi, hadapi kenyataan, jika salah akui," jelas Siti Zuhro kepada Sindonews, Rabu (6/2/2013).

Siti menilai, hal itu tak patut dilakukan jika motif SBY untuk mengalihkan isue atas kasus pajak dirinya. Pasalnya, sebagai pemimpin negara, seharusnya SBY dinilai sebagai contoh dan panutan bagi para rakyatnya, dan bukan lari dari masalah.

"Satu sisi menutupi, namun dengan membuka masalah baru," tegasnya.

Seperti diketahui, SBY memberi pernyataan agar KPK memberi status kejelasan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang terbelit kasus korupsi sport center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Hal itu dilakukan terkait survei yang disebutkan SRMC terkait Partai Demokrat yang disebutkan semakin merosot, dan itu dinilai lantaran kasus korupsi dalam tubuh berlambang mercy tersebut yang belum tuntas.

Hal tersebut dinilai banyak kalangan sebagai pengalihan isue atas kasus Surat Pemberitahuan (SPT) pajak SBY beserta keluarganya beberapa hari ini yang menghebohkan masyarakat. Pasalnya, disebut dalam dokumen Surat Pemberitahuan (SPT) SBY dan kedua anaknya, tidak menyebutkan detail sejumlah penghasilan mereka yang didapatkan sepanjang tahun 2011.

SPT tahun 2011 yang dimasukkan pada kuartal pertama tahun 2012 tertulis, SBY disebutkan memperoleh penghasilan Rp1,37 miliar selama setahun sebagai presiden dan tambahan Rp107 juta dari sejumlah royalti.

Selanjutnya, dalam dokumen itu juga terungkap pada tahun 2011, SBY membuka sejumlah rekening bank yang total nilainya mencapai Rp4,98 miliar dan 589.188 dollar AS atau sekitar Rp5,7 miliar (kurs Rp 9.600 per dollar AS). Tetapi tak disebutkan detail dari mana sumber dana sebanyak itu.

Selain itu, SPT anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam dokumen pada tahun 2011 disebutkan, Agus memperoleh penghasilan tahunan Rp70,2 juta. Agus adalah seorang perwira di Kostrad di Jakarta.

Namun pada dokumen pajak itu juga memperlihatkan, Agus membuka empat rekening bank berbeda dan sebuah akun deposito dengan total Rp1,63 miliar, melebihi penghasilannya. Tetapi tak ada informasi di dokumen itu yang dapat menjelaskan sumber-sumber dana tersebut dan pada bagian pendapatan tambahan, termasuk istri Agus, Annisa Pohan, dibiarkan kosong.

Agus terdaftar sebagai pembayar pajak sejak tahun 2007 namun baru memasukkan SPT pada tahun 2011.
(rsa)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved