Karena alasan elektabilitas Demokrat turun, dinilai sumir
Rabu, 06 Februari 2013 - 07:02 WIB
Karena alasan elektabilitas Demokrat turun, dinilai sumir
A
A
A
Sindonews.com - Melorotnya elektabilis Partai Demokrat dinilai menjadi alasan pembenaran bagi Dewan Pembina Partai Demokrat untuk meminta Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum (AU) mundur dari jabatannya.
Peneliti dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq mengatakan, alasan untuk meminta Anas mundur karena elektabilitas mundur, dinilai sumir, kabur, dan tidak jelas.
"Karena hampir semua parpol (partai politik) elektabilitasnya saat ini sedang menurun, itu trennya. Meskipun desakan Anas mundur akhir-akhir ini terus menguat," ucapnya saat dihubungi Sindonews, Selasa (5/02/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, melorotnya elektabilitas Demokrat ditengarai salah satu penyebabnya karena nama Ketua Umum PD Anas Urbaningrum (AU) diduga terlibat kasus korupsi. Oleh karena itu, Partai Demokrat tetap menunggu keputusan KPK mengenai kejelasan nasib Anas.
"Soal AU kita tunggu keputusan KPK. Selama KPK enggak mengumumkan, enggak bisa bertindak apa-apa. Kita enggak boleh mendahului KPK. Tapi partai harus diselamatkan, saya yakin bisa," kata Jero Wacik di kediamannya, Sektor 9, Bintaro Jaya, Tangerang, Minggu 3 Februari 2013.
Bahkan, jika harus digelar kongres luar biasa (KLB) maka Majelis Tinggi Demokrat dinilai berwenang demi menyelamatkan partai. Pasalnya, elektabilitas Partai Demokrat di angka delapan dianggap sudah sangat mengkhawatirkan.
"Satu-satunya peluang adalah Majelis Tinggi yang turun tangan. Mau pake KLB, beliau lah (majelis tinggi) yang punya semua pasal," kata anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini.
Kendati demikian, Jero tidak secara gamblang menyebut Anas harus mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menurutnya, jika ada kesadaran demi kepentingan partai dinilai lebih baik.
"Kalau dia (Anas) mau mundur ya bagus. Anas sudah menyandera (partai) jelas. Kelihatannya memang gitu. Sebenarnya sudah pernah diomongin dengan Anas, dia juga bilang tidak tahu," pungkasnya.
Peneliti dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq mengatakan, alasan untuk meminta Anas mundur karena elektabilitas mundur, dinilai sumir, kabur, dan tidak jelas.
"Karena hampir semua parpol (partai politik) elektabilitasnya saat ini sedang menurun, itu trennya. Meskipun desakan Anas mundur akhir-akhir ini terus menguat," ucapnya saat dihubungi Sindonews, Selasa (5/02/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, melorotnya elektabilitas Demokrat ditengarai salah satu penyebabnya karena nama Ketua Umum PD Anas Urbaningrum (AU) diduga terlibat kasus korupsi. Oleh karena itu, Partai Demokrat tetap menunggu keputusan KPK mengenai kejelasan nasib Anas.
"Soal AU kita tunggu keputusan KPK. Selama KPK enggak mengumumkan, enggak bisa bertindak apa-apa. Kita enggak boleh mendahului KPK. Tapi partai harus diselamatkan, saya yakin bisa," kata Jero Wacik di kediamannya, Sektor 9, Bintaro Jaya, Tangerang, Minggu 3 Februari 2013.
Bahkan, jika harus digelar kongres luar biasa (KLB) maka Majelis Tinggi Demokrat dinilai berwenang demi menyelamatkan partai. Pasalnya, elektabilitas Partai Demokrat di angka delapan dianggap sudah sangat mengkhawatirkan.
"Satu-satunya peluang adalah Majelis Tinggi yang turun tangan. Mau pake KLB, beliau lah (majelis tinggi) yang punya semua pasal," kata anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini.
Kendati demikian, Jero tidak secara gamblang menyebut Anas harus mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menurutnya, jika ada kesadaran demi kepentingan partai dinilai lebih baik.
"Kalau dia (Anas) mau mundur ya bagus. Anas sudah menyandera (partai) jelas. Kelihatannya memang gitu. Sebenarnya sudah pernah diomongin dengan Anas, dia juga bilang tidak tahu," pungkasnya.
(maf)