Konflik internal Demokrat belum selesai

Selasa, 05 Februari 2013 - 08:45 WIB
Konflik internal Demokrat...
Konflik internal Demokrat belum selesai
A A A
Sindonews.com - Pasca penetapan tersangka mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, partai berlambang bulan sabit kembar dan padi itu mengalami penurunan elektabilitas yang cukup signifikan.

Bahkan tak hanya PKS, Partai Demokrat juga sedang mengalami krisis di internalnya, belum lagi rentetan kasus korupsi yang masih menjerat beberapa kadernya.

"Di luar itu, ini merupakan kepanikan Demokrat atas hasil survei SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting), Yang memperlihatkan Demokrat dan PKS terjun bebas," kata Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Iding R Hasan kepada Sindonews, Selasa (5/1/2013).

Menurutnya, konflik di internal partai berlambang bintang mercy itu masih kental hingga sekarang. "Pada sisi lain in adalah sinyal bahwa gejolak di internal demokrat masih belum padam," pungkas dosen komunikasi politik UIN Jakarta ini.

Namun, hal tersebut dijadikan segolongan di internal demokrat untuk menyingkirkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. "Hasil survei di atas dijadikan alat untuk menekan anas agar mau mundur dari posisinya," tandasnya.

Seperti diketahui, survei SMRC menyebut posisi Demokrat saat ini merupakan rekor sepanjang sejarah. Jika Pemilu 2014 dilaksanakan hari ini, dukungan suara Demokrat hanya 8,3 persen, di bawah perolehan pada April-Juli 2008 yang mencapai 8,7 persen.

Demokrat juga berada di bawah partai Golkar yang meraih dukungan 21,3 persen, sedangkan PDIP 18,2 persen.

Atas hasil survei itu, Demokrat merespon cepat dan mengharapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera turun tangan, menyelamatkan partai.

Sebelumnya, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia (UI) Budiatna mengataan, PKS memang sedang dilanda musibah besar, namun, hal itu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bila dijadikan tersangka korupsi dalam waktu dekat ini.

"Kalau Anas sekarang ini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK akan lebih menghancurkan Demokrat. Demokrat akan lebih hancur lagi ketimbang PKS yang presidennya sudah ditetapkan tersangka oleh KPK," katanya saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (5/2/2013).
(mhd)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved