Demokrat jeblok, Anas jadi kambing hitam

Senin, 04 Februari 2013 - 09:30 WIB
Demokrat jeblok, Anas...
Demokrat jeblok, Anas jadi kambing hitam
A A A
Sindonews.com - Desakan sejumlah petinggi Partai Demokrat agar Ketua Dewan Pembinanya turun tangan terkait semakin menurunnya elektabilitas Demokrat seperti dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dinilai kurang tepat.

Direktur Lingkar Mandani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti berpendapat, tidak tepat apabila menyebut penurunan elektabilitas semata karena persoalan ada pada Ketumnya Anas Urbaningrum.

Sesungguhnya, faktor lain yang hampir sama trendnya adalah menurunnya kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Jika dibaca secara paralel, penurunan suara Demokrat itu seiring dengann penurunan popularitas SBY. Jadi ada sumbangan besar buruknya kinerja SBY dengan penurunan suara Demokrat," tegas Ray.

Sehingga, merupakan saran yang tak seimbang, jika petinggi Demokrat meminta SBY untuk turun tangan menegur Anas. Justru, atas sikap itu yang berkembang adalah spekulasi lain.

"Saya pikir saran itu, nampaknya tidak dalam rangka menahan turunnya suara Demokrat. Tapi lebih tepat dibaca sebagai bagian perseteruan internal di lingkungan Demokrat," ujar Ray menduga.

Sikap para petinggi Demokrat itu, terkesan tak sedikitpun mengoreksi dan mengkritis kinerja SBY sebagai bagian penting dari turunnya elektabilitas Demokrat, yang ada hanyalah permintaan melanjutkan perseteruan yang sebelumnya.

Ini terlihat seperti bukan solusi. Tapi cara untuk saling memojokkan dengan menjadikan penurunan elektabilitas Demokrat sebagai semata-mata kesalahan Anas Urbaningrum.

Seperti diketahui, survei SMRC menyebut posisi Demokrat saat ini merupakan rekor sepanjang sejarah. Jika Pemilu 2014 dilaksanakan hari ini, dukungan suara Demokrat hanya 8,3 persen, di bawah perolehan pada April-Juli 2008 yang mencapai 8,7 persen.

Demokrat juga berada di bawah partai Golkar yang meraih dukungan 21,3 persen, sedangkan PDIP 18,2 persen.

Atas hasil survei itu, Demokrat merespon cepat dan mengharapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera turun tangan, menyelamatkan partai.
(lns)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved