Merasa senasib, Demokrat enggan komentari partai sahabat

Kamis, 31 Januari 2013 - 13:06 WIB
Merasa senasib, Demokrat...
Merasa senasib, Demokrat enggan komentari partai sahabat
A A A
Sindonews.com- Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika enggan mengomentari kasus dugaan suap impor daging yang menyeret Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Ia beralasan, karena beberapa kader Partai Demokrat juga sedang tertimpa kasus di KPK.

"Saya tidak mungkin mengomentari partai sahabat. Karena kami sendiri mengalami hal yang sama," ujar Pasek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Pasek yang juga Ketua Komisi III DPR menyarankan, sebaiknya kasus yang menimpa anggota Komisi I DPR tersebut dibuktikan kebenarannya di pengadilan. Pada prinsipnya, pihaknya tetap mendukung upaya KPK dalam pemberantasan korupsi.

Yang terpenting, kata Pasek, di tengah proses hukum yang sedang berjalan tidak terjadi peradilan opini terhadap sosok Luthfi. Ia juga tidak mau mempermasalahkan, proses penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka yang begitu cepat.

"Kasus korupsi tertangkap tangan dengan kasus korupsi konvensional memang berbeda. Tertangkap tangan memang harus cepat karena alat buktinya langsung dipegang," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menggagalkan upaya penyuapan terkait pelolosan PT Indoguna Utama sebagai importir daging sapi ke Indonesia. Upaya itu bisa dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai akan dilakukannya transaksi untuk melancarkan proyek tersebut.

Berdasarkan laporan itu pihak KPK langsung melakukan tindakan untuk menangkap basah transaksi yang nilainya mencapai Rp1 miliar itu. Hasilnya empat orang tertangkap tangan. Yang diduga kuat bernama Juardi Effendi (JE), Arya Abdi Effendi (AAE), Ahmad Fathanah (AF) serta Maharani (M).

"Dari hasil mengikuti AF kita peroleh informasi ada serah terima uang di PT Indoguna Utama,“ jelasnya.

Kemudian, proses transaksi itu pun berjalan seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Di dalam kantor tersebut, proses transaksi berlangsung antara JE, AAF yang kemudian diterima AF yang merupakan orang kepercayaan LHI.

"Setelah serah terima, AF langsung meluncur ke hotel di Jakarta dari sana dia akan menemui seseorang. Sementara JE dan AAE meninggalkan PT Indoguna," terangnya.

Pasca serah terima itu, penyidik KPK pun kemudian langsung bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap AF. Proses penangkapan itu pun akhirnya dilakukan di Hotel Le Meridien sekira pukul 20.20 WIB.

"Dari penangkapan itu, kami mengamankan AF bersama-sama dengan seorang wanita berinisal M (Maharani)," bebernya
(kri)
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
Pemerintah Janji Tinjau...
Pemerintah Janji Tinjau Ulang Kuota Impor Daging Sapi
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved