PKS pertanyakan proses penetapan LHI sebagai tersangka
Rabu, 30 Januari 2013 - 22:33 WIB
PKS pertanyakan proses penetapan LHI sebagai tersangka
A
A
A
Sindonews.com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan penetapan tersangka anggota DPR berinisial LHI dalam kasus suap impor daging. Dugaan kuat inisal tersebut merujuk pada Presiden PKS yang juga anggota Komisi I DPR RI, Luthfi Hasan Ishaaq.
"Saya melihatnya biasanya penetapan tersangka langsung kan tertangkap tangan. Siapapun LHI ini kalau tertangkap tangan langsung ditetapkan tersangka. Tapi kalau tidak tertangkap tangan jadi aneh kalau langsung tersangka. Lah yang tertangkap tangan ini siapa?," ujar Indra saat dihubungi wartawan, Rabu (30/1/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, belum tentu yang mau disuap mau menerima iming-iming yang ditawari. Menurutnya kasus ini masih dalam kategori rencana suap.
"Ketika seseorang berencana menyuap seseorang, kan belum tentu yang disuap mau disuap. Itu satu hal yang penting. Ini secara objektif lho ya. Namanya suap itu kan sesuatu yang sudah terjadi. Ini kan rencana suap," kata dia.
Indra mengaku, kader PKS sering ditawari suap bahkan sampai didatangi kerumahnya masing-masing. Namun, kader-kader PKS bisa menolak godaan itu.
"Ini kan saya agak menggelitik disitu. Kalau yang tersangka itu kan tertangkap tangan. Dari berita yang simpang siur ini kan belum ada transaksi," pungkasnya.
"Saya melihatnya biasanya penetapan tersangka langsung kan tertangkap tangan. Siapapun LHI ini kalau tertangkap tangan langsung ditetapkan tersangka. Tapi kalau tidak tertangkap tangan jadi aneh kalau langsung tersangka. Lah yang tertangkap tangan ini siapa?," ujar Indra saat dihubungi wartawan, Rabu (30/1/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, belum tentu yang mau disuap mau menerima iming-iming yang ditawari. Menurutnya kasus ini masih dalam kategori rencana suap.
"Ketika seseorang berencana menyuap seseorang, kan belum tentu yang disuap mau disuap. Itu satu hal yang penting. Ini secara objektif lho ya. Namanya suap itu kan sesuatu yang sudah terjadi. Ini kan rencana suap," kata dia.
Indra mengaku, kader PKS sering ditawari suap bahkan sampai didatangi kerumahnya masing-masing. Namun, kader-kader PKS bisa menolak godaan itu.
"Ini kan saya agak menggelitik disitu. Kalau yang tersangka itu kan tertangkap tangan. Dari berita yang simpang siur ini kan belum ada transaksi," pungkasnya.
(kri)