Marwan: Pendidikan anti narkoba sejak dini

Senin, 28 Januari 2013 - 17:46 WIB
Marwan: Pendidikan anti...
Marwan: Pendidikan anti narkoba sejak dini
A A A
Sindonews.com - Maraknya penggunaan narkoba belakangan ini sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, hampir semua kalangan terjerumus dalam obat terlarang itu. Belakangan publik figur, yang seharusnya memberikan contoh yang baik untuk masyarakat, malah terjerumus dalam penggunaan narkoba.

Menanggapi permasalahan itu, Ketua DPP Gerakan Nasional Anti narkoba (Granat) Marwan Ja'far mengatakan, perlu adanya pendidikan anti narkoba sejak dini. Hal itu bisa dilakukan lewat lembaga pendidikan formal dengan memasukkan kurikulum tentang narkoba di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta dan pendidikan non formal dengan sosialisasi tentang bahayanya narkoba.

"Pelatihan dan penyuluhan secara intensif dan berkesinambungan akan bahaya narkoba. Karena saat ini pemakaian narkoba tidak hanya terjadi di kota-kota besar akan tetapi sudah mencapai pedesaan. Jika langkah pencegahan sejak dini tidak dilakukan kita khawatir negara ini dalam bahaya. Dengan pendidikan sejak dini istilah 'negara bahaya narkoba' bisa kita ubah menjadi 'negara bebas narkoba'," katanya dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (28/1/2013).

Dia juga mengatakan, patut diketahui negara bahaya darurat narkoba tidak semata menjadi perhatian dan tanggung jawab BNN. Seluruh aparat penegak hukum di negeri ini juga semestinya sadar bahwa pihak-pihak yang secara sah dan menyakinkan terlibat narkoba harus dihukum seberat-beratnya.

"Atas dasar itu, pasal yang dikenakan oleh jaksa penuntut umum bisa berlapis (termasuk pasal pencucian uang) dan putusan majelis hakim tidak boleh membuka ruang bagi tersangka narkoba untuk mengulangi perbuatannya lagi," kata Marwan yang juga Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dia menambahkan, kinerja BNN itu harus diapresiasi yang terus berupaya memberantas narkoba di semua lini. BNN tidak mungkin menggerebek dan menangkap seseorang atau kelompok jika tidak disertai info atau bukti awal yang valid.

"BNN pun pasti tidak ingin mempertaruhkan reputasi dan kredibilitas dalam melakukan pekerjaannya jika hanya untuk mencari sensasi. Di satu sisi, BNN diharapkan tidak tebang pilih dalam menangkap gembong, pengedar maupun pemakai narkoba," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved