Mendikbud siapkan 50 miliar untuk riset mobil listrik

Sabtu, 26 Januari 2013 - 17:11 WIB
Mendikbud siapkan 50...
Mendikbud siapkan 50 miliar untuk riset mobil listrik
A A A
Sindonews.com- Upaya untuk mengembangkan mobil listrik tampaknya menjadi perhatian serius pemerintah. Terutama pengembangan riset yang melibatkan sejumlah kampus-kampus ternama di Indonesia. Bahkan untuk mewujudkan itu, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp50 Miliar.

"Secara nasional disiapkan dana sebesar Rp50 Milliar. Jumlah tersebut untuk penelitian mobil listrik yang ada di lima kampus besar di Indonesia," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh saat launcing Mobil Listrik EC ITS di kampus Institut Teknologi sepuluh November (ITS) Surabaya, Sabtu (26/1/2013).

Dana tersebut digunakan untuk riset mobil listrik. Sejumlah kampus yang saat ini sedang melakukan riset mobil listrik selain ITS adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah MAda (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Universitar Negeri Surakarta (UNS).

Dana puluhan miliar itu diharapkan mampu menjadikan mobil listrik ini diakui oleh dunia. Bahwa Indonesia juga bisa di bidang otomotif. Sehingga, terhadap otomotif bangsa Indonesia tidak bergantung kepada luar negeri. Jika riset ini berhasil, kata Nuh, pada tahun depan mobil listrik hasil karya anak bangsa dapat diproduksi secara massal.

"Paling tidak Indonesia pada tahun 2014 hingga 2015 sudah bisa memproduksi secara massal mobil listrik ini," tandasnya.

Kendati demikian, perlu ada persiapan administrasi dan regulasi. Sebab, mobil listrik ini termasuk barang baru. Contohnya mobil yang digerakkan dengan bensin atau solar selalu menggunakan ukuran kapasistas mesin atau cc.

Sedangkan mobil listrik ini digerakkan menggunakan bateri yang ukurannya KW. Kemudian juga ditata soal regulasinya. Sembari berjalan, pemerintah juga harus menyiapkan administrasinya.

Seperti diketahui, saat ini tidak hanya dunia pendidikan saja yang melakukan riset mobil listrik. Beberapa instansi swasta juga sedang meriset mobil ramah lingkungan ini.

"Kita uji semuanya agar aman dan sisi adminstrasi serta regulasi juga demikain. Termasuk Infrastruktur sisi tekniknya. Yang jelas kedepan tugas BPTO (Badan Pengembangan Teknologi Otomotif) semakin berat," tukas mantan Rektor ITS ini.
(kri)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved