Kader NasDem mundur, berdampak besar di Pemilu 2014

Sabtu, 26 Januari 2013 - 06:38 WIB
Kader NasDem mundur,...
Kader NasDem mundur, berdampak besar di Pemilu 2014
A A A
Sindonews.com - Pasca mundurnya ribuan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan berdampak sangan besar untuk Pemilu 2014 mendatang. Pasalnya, hal itu berdampak luas untuk kepercayaan partai baru untuk memberikan keyakinan terhadap kadernya serta konstituennya.

"Jelas dampaknya akan sangat besar pada Pemilu 2014. Pertama soliditas partai akan terganggu," kata pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Iding R Hasan kepada Sindonews, Sabtu (26/1/2013).

Dia menyayangkan, adanya perpecahan suara di internal partai besutan Surya Paloh itu. Dimana, partai lain sedang melakukan konsolidasi, NasDem malah menghadapi konflik di internalnya.

"Di saat partai-partai lain sedang giat-giatnya melakukan konsolidasi untuk menghadapi pemilu, NasDem justeru disibukkan persoalan soliditas internal," katanya.

Padahal selama ini, NasDem sudah baik di mata masyarakat, karena sebagai partai perubahan dimana menjadi harapan baru di tengah partai lain terganjal soal kadernya yang melakukan korupsi.

"Kedua, pencitraan NasDem yang selama ini relatig baik, misalnya pengusung ide restorasi dan perubahan, sangat terganggu dengan keretakan internal," ujarnya.

Dia menambahkan, kalau partai baru saja sudah dilanda konflik internal, ini akan menurunkan elektabilitas NasDem di publik. "Bagaimana mau melakukan perubahan dan restorasi, jika belum apa-apa sudah bergejolak," tandasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta Armyn Gultom mengatakan, ribuan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) dikabarkan mundur dari partai besutan Surya Paloh itu.

Menurutnya, pengunduran diri kader Partai NasDem itu dibuktikan dengan pengembalian kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, di Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat.

"Partai NasDem sudah tidak lagi memperjuangan aspirasi, restorasi, pembaharuan, dan partai anak muda," kata Armyn Gultom, ketika berbincang dengan Sindonews.
(mhd)
Berita Terkait
PKS, PD, Nasdem Tak...
PKS, PD, Nasdem Tak Masuk Daftar Undangan, PAN: Yang Diundang Atas Restu Presiden
Koalisi Interdependen...
Koalisi Interdependen Miliki Peluang Besar Usung Anies Baswedan
Momen Akrab AHY Sambut...
Momen Akrab AHY Sambut Surya Paloh di Markas Demokrat
Disebut Dukung Moeldoko...
Disebut Dukung Moeldoko Jadi Capres 2024, NasDem: Pada Kurang Gizi Nih
Pengamat Nilai Koalisi...
Pengamat Nilai Koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS Sulit Terwujud, Cawapres Jadi Ganjalan
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Berita Terkini
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved