Prestasi siswa jadi penilaian guru

Minggu, 20 Januari 2013 - 18:53 WIB
Prestasi siswa jadi...
Prestasi siswa jadi penilaian guru
A A A
Sindonews.com- Pemerintah akan mengubah pola penilaian kinerja guru pada kurikulum baru dengan melihat capaian prestasi siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pada kurikulum baru 2013 guru harus dapat mengajak siswa untuk melakukan observasi, bertanya dan menalar terhadap ilmu yang diajarkan.

Di sekolah dasar, siswa diberi materi pelajaran berdasar tema yang terintegrasi dengan tujuan siswa mempunyai pengetahuan utuh tentang lingkungan kehidupan dan memiliki fondasi pribadi yang kuat dalam kehidupan social.

Pendidikan yang kreatif dan inovatif ini akan dipandu pemerintah melalui buku pegangan. Dalam buku tersebut juga akan disiapkan materi ajar yang memperkuat ikatan emosional antara guru dan siswa. Oleh karena itu pada kurikulum baru ini guru tidak hanya menyelesaikan penyampaian materi belaka namun ada pendekatan pribadi yang akan memperkuat ikatan emosional antara guru dan siswanya.

Pendekatan yang baru inilah yang akan mempengaruhi kewajiban 24 jam mengajar sebagai syarat mendapatkan tunjangan profesi. "Jumlah 24 jam tatap muka kemungkinan akan berubah. Jam mengajarnya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan diperoleh dari mata pelajaran mayor dan mata pelajaran minor," kata M Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Minggu (20/01/2013).

Mantan menkominfo ini menjelaskan, rumusan yang akan dipakai untuk penilaian kinerja guru nantinya adalah kombinasi dari penilaian proses dan output dimana capaian kemampuan anak untuk memahami kurikulum baru akan menjadi portofolio sang guru. Ia mengharapkan, kurikulum baru ini akan berdampak baik bagi guru karena pemerintah menyadari guru itu bukan profesi biasa sehingga diharapkan jangan sampai terjebak dalam transaksi profesi semata.

Mantan Rektor ITS ini menambahkan, selain pola pikir kreatif dan inovatif pemerintah merencanakan dalam kurikulum 2013 juga mengedepankan perbaikan sikap dan pribadi siswa. Salah satu sikap yang paling penting ialah kejujuran. Mendikbud mengatakan, selama ini yang menjadi akar penyakit social adalah ketidakjujuran.

"Yang menjadi kunci kesuksesan adalah kejujuran," jelasnya.
(kri)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved