Pemerintah abaikan hak reproduksi difabel

Minggu, 20 Januari 2013 - 14:27 WIB
Pemerintah abaikan hak...
Pemerintah abaikan hak reproduksi difabel
A A A
Sindonews.com- Pemerintah dinilai kurang memperhatikan hak-hak reproduksi penyandang difabel, khususnya perempuan. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya kebijakan yang mendukung akses informasi serta pelayanan kesehatan reproduksi bagi penyandang difabel.

"Sementara itu, program-program jaminan kesehatan yang ada juga belum sepenuhnya mendukung hak-hak tersebut. Padahal, Konvensi Hak Penyandang Disabilitas dan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan sudah mewajibkan pemerintah memperhatikan kebutuhan dan hak-hak penyandang difabel,” ujar Penggiat Konsorsium Nasional Difabel Risnawati Utami di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Minggu (20/1/2013).

Risna mengatakan, diskriminasi terkait hak-hak reproduksi penyandang difabel pun harus dihilangkan. Namun faktanya, sebagian besar perempuan difabel masih mendapatkan akses informasi yang minim tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas. Lemahnya penguasaan teknik komunikasi petugas kesehatan menjadi kendala yang signifikan dalam upaya melakukan sosialisasi dan pelayanan terutama kepada tuna rungu dan tuna grahita.

"Di sisi lain, masih ada stigma di masyarakat yang melihat isu seksualitas dan kesehatan reproduksi sebagai hal yang tabu. Untuk itu, pemerintah perlu bekerjasama dengan berbagai pihak seperti akademisi, lembaga riset, LSM dan organisasi difabel untuk mengidentifikasi kebutuhan perempuan dengan difabel terkait kesehatan reproduksi ini," katanya.

Terkait persoalan hukum, menurut Risna, penyandang difabel terutama perempuan sering menjadi objek atau korban kekerasan seksual. Saat kekerasan seksual terjadi, ternyata bantuan serta perangkat hukum di Indonesia tidak ada yang dapat mengadvokasi. Bahkan, sebagian besar kasus kekerasan terhadap perempuan penyandang difabel justru tak pernah terungkap.
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved