Kader kutu loncat, hanya mengganggu stabilitas parpol
Kamis, 17 Januari 2013 - 07:01 WIB
Kader kutu loncat, hanya mengganggu stabilitas parpol
A
A
A
Sindonews.com - Kader partai politik (Parpol) yang suka pindah-pindah partai, sebaiknya harus dihindari. Pasalnya, hal itu akan mengganggu stabilitas dan kinerja partai tersebut.
Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengatakan, kader yang pindah partai biasanya karena tidak memahami trilogi kesamaan. Menurutnya, orang-orang seperti itu harus diwaspadai dan tidak patut.
"Politikus kutu loncat harus diantisipasi oleh parpol. Karena sesungguhnya partai itu mempunyai trilogi, kesamaan tujuan, kesamaan cita-cita, dan kesamaan pandangan visi dan misi dalam berpartai," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Rabu (16/1/2013).
Menurutnya, kesamaan berpartai itu, bisa tercermin dari beberapa partai saat ini. Misalnya partai berbasis ideologi agama, tentunya politikus yang masuk ke dalam partai tersebut mempunyai maksud yang sama, begitupun dengan partai beraliran nasionalis.
"Sehingga jika politikus sudah memahami garis partai, tentunya kader partai yang loncat ke partai lainnya, bisa diminimalisir. Karen semuanya ada kesamaan tujuan, harapan, cita-cita. Idealnya seperti itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Golkar sepertinya tidak mau ambil pusing jika ada kadernya pindah ke partai lain. Sebaliknya, partai berlambang pohon beringin ini bangga,karena terbukti kader Golkar mumpuni.
"Golkar itu partai yang punya kader jutaan dan kualitasnya semua baik-baik. Bila ingin ada yang membesarkan partai lain, tentu bangga itu tandanya dipakai partai lain," ujar Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di Kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta Barat.
Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengatakan, kader yang pindah partai biasanya karena tidak memahami trilogi kesamaan. Menurutnya, orang-orang seperti itu harus diwaspadai dan tidak patut.
"Politikus kutu loncat harus diantisipasi oleh parpol. Karena sesungguhnya partai itu mempunyai trilogi, kesamaan tujuan, kesamaan cita-cita, dan kesamaan pandangan visi dan misi dalam berpartai," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Rabu (16/1/2013).
Menurutnya, kesamaan berpartai itu, bisa tercermin dari beberapa partai saat ini. Misalnya partai berbasis ideologi agama, tentunya politikus yang masuk ke dalam partai tersebut mempunyai maksud yang sama, begitupun dengan partai beraliran nasionalis.
"Sehingga jika politikus sudah memahami garis partai, tentunya kader partai yang loncat ke partai lainnya, bisa diminimalisir. Karen semuanya ada kesamaan tujuan, harapan, cita-cita. Idealnya seperti itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Golkar sepertinya tidak mau ambil pusing jika ada kadernya pindah ke partai lain. Sebaliknya, partai berlambang pohon beringin ini bangga,karena terbukti kader Golkar mumpuni.
"Golkar itu partai yang punya kader jutaan dan kualitasnya semua baik-baik. Bila ingin ada yang membesarkan partai lain, tentu bangga itu tandanya dipakai partai lain," ujar Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di Kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta Barat.
(maf)