Pendekatan budaya bisa selesaikan masalah masyarakat
Rabu, 16 Januari 2013 - 20:22 WIB
Pendekatan budaya bisa selesaikan masalah masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Bambang Wibawarta dikukuhkan dengan sebagai Guru Besar Bidang Susastra.
Dalam pidatonya yang berjudul "Kotak Pandora Kebijakan Nasional Kebudayaan", mengungkapkan permasalahan yang muncul dalam masyarakat dapat diselesaikan dengan pendekatan budaya.
Tapi sayangnya, kebudayaan saat ini dilihat sepotong - sepotong, tidak utuh. Belum adanya grand design kebudayaan merupakan salah satu penyebabnya, sehingga berpengaruh pula pada tatanan praktis.
"Oleh karena itu dibutuhkan kebijakan nasional kebudayaan sebagai wahana untuk mengelola potensi keberagaman budaya Indonesia demi kepentingan bangsa dan negara, budaya bukan hanya sekedar kesenian dan tari - tarian, tetapi budaya dapat menjadi identitas bangsa dan kehidupan," ungkapnya kepada wartawan usai upacara pengukuhan di Balai Sidang UI, Rabu (16/01/2013).
Menurut Bambang peran media sangat penting untuk meningkatkan internalisasi budaya dalam kehidupan. Pengelolaan keragaman budaya Indonesia, lanjut Bambang, semestinya melibatkan berbagai institusi secara terintegrasi, sehingga dapat memperkuat KeIndonesiaan dan memperkuat media diplomasi.
"Memperkuat pilar budaya lewat media perannya sangat sentral, peranan media sangat penting untuk menginternalisasi kebudayaan, dapat menjadi mitra. Karena bisa langsung diimplementasikan ke masyarakat. Media jadi panglimanya menginternalisasi nilai kebudayaan," paparnya.
Ia mendorong agar pemerintah mempunyai konsep yang jelas untuk mempertahankan budaya. Salah satunya dengan mendorong pelaksanaan UU kebudayaan sebagai payung hukum yang jelas.
"Kita sudah punya keris, tari saman, kedepan mau ngapain, kita harus punya pemetaan sumber daya budaya. UU kebudayaan masih kita dorong, Pancasila payung besarnya, budaya itu bagaimana kita bisa mengatur diversity. RUU kebudayaan jangan sampai menghukum, harus utamakan fasilitasi dialog 1.128 suku bangsa yang ada di Indonesia," imbuhnya.
Dalam pidatonya yang berjudul "Kotak Pandora Kebijakan Nasional Kebudayaan", mengungkapkan permasalahan yang muncul dalam masyarakat dapat diselesaikan dengan pendekatan budaya.
Tapi sayangnya, kebudayaan saat ini dilihat sepotong - sepotong, tidak utuh. Belum adanya grand design kebudayaan merupakan salah satu penyebabnya, sehingga berpengaruh pula pada tatanan praktis.
"Oleh karena itu dibutuhkan kebijakan nasional kebudayaan sebagai wahana untuk mengelola potensi keberagaman budaya Indonesia demi kepentingan bangsa dan negara, budaya bukan hanya sekedar kesenian dan tari - tarian, tetapi budaya dapat menjadi identitas bangsa dan kehidupan," ungkapnya kepada wartawan usai upacara pengukuhan di Balai Sidang UI, Rabu (16/01/2013).
Menurut Bambang peran media sangat penting untuk meningkatkan internalisasi budaya dalam kehidupan. Pengelolaan keragaman budaya Indonesia, lanjut Bambang, semestinya melibatkan berbagai institusi secara terintegrasi, sehingga dapat memperkuat KeIndonesiaan dan memperkuat media diplomasi.
"Memperkuat pilar budaya lewat media perannya sangat sentral, peranan media sangat penting untuk menginternalisasi kebudayaan, dapat menjadi mitra. Karena bisa langsung diimplementasikan ke masyarakat. Media jadi panglimanya menginternalisasi nilai kebudayaan," paparnya.
Ia mendorong agar pemerintah mempunyai konsep yang jelas untuk mempertahankan budaya. Salah satunya dengan mendorong pelaksanaan UU kebudayaan sebagai payung hukum yang jelas.
"Kita sudah punya keris, tari saman, kedepan mau ngapain, kita harus punya pemetaan sumber daya budaya. UU kebudayaan masih kita dorong, Pancasila payung besarnya, budaya itu bagaimana kita bisa mengatur diversity. RUU kebudayaan jangan sampai menghukum, harus utamakan fasilitasi dialog 1.128 suku bangsa yang ada di Indonesia," imbuhnya.
(lns)