Mahasiswa UNY buat alternatif pengawet bakso

Senin, 14 Januari 2013 - 14:56 WIB
Mahasiswa UNY buat alternatif...
Mahasiswa UNY buat alternatif pengawet bakso
A A A
Sindonews.com - Bakso sudah menjadi makanan populer dan memasyarakat sejak dulu. Namun sayang, pengetahuan masyarakat tentang bakso yang aman dan baik untuk dikonsumsi masih kurang.

Hal inilah yang membuat tiga mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), membuat bahan pengawet bakso dari ekstrak wortel. Tiga mahasiswa itu adalah Ardi, Ari Purnomo, dan Herlinda Kusuma Wadani.

"Masih banyak saja pedagang nakal yang memakai formalin dan boraks untuk mengawetkan bakso. Padahal, kedua zat tersebut memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Bahkan keduanya tidak laik digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan dan digolongkan sebagai senyawa berbahaya atau toksik," kata Ardi di UNY, Yogyakarta, Senin (14/1/2013).

Dijelaskan Ardi, bakso tergolong makanan yang mengandung protein dan kadar air yang tinggi, dengan tingkat keasaman netral, sehingga rentan terhadap kerusakan. Daya awet bakso maksimal satu hari pada suhu kamar. Dengan formalin, dapat memperpanjang daya awet bakso hingga tiga hari.

"Alternatif untuk mengatasi masalah ini yakni diperlukan adanya pengawet makanan yang alami sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satunya dengan menggunakan Wortel. Wortel mengandung antioksidan yaitu beta karoten yang mampu menghambat fermentasi, pengasamanan atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme," ungkapnya.

Menurut Ardi, pengawetan dengan penambahan ekstrak wortel juga mampu menambah kandungan gizi dalam makanan, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Dipilihnya wortel sebagai bahan pengawet karena kandungan beta karoten didalamnya yang selama ini belum maksimal digunakan.

Membuat bahan pengawet alami tersebut tidak sulit. Pertama, membuat ekstrak wortel dengan cara memblender wortel, lalu diperas untuk diambil airnya. Setelah itu, air perasan wortel digunakan saat penggilingan daging dalam proses pembuatan bakso.

"Setelah bakso jadi, kami pun melakukan uji angka peroksida di laboratorium.
Dari pengujian di laboratorium, kadar beta karotin dalam bakso sebesar 55.385,3830mg per100 gram. Dan waktu optimum keawetan bakso didapat yaitu pada hari ke-4," ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved