KUKB: Dukungan Indonesia, buka mata bangsa ini

Senin, 14 Januari 2013 - 07:31 WIB
KUKB: Dukungan Indonesia,...
KUKB: Dukungan Indonesia, buka mata bangsa ini
A A A
Sindonews.com - Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (Yayasan KUKB) ingin membuka mata bangsa ini terkait Pemimpin VOC yang hidup pada 1587-1629 Jan Pieterszoon Coen yang dikenal dengan kebengisannya. Maka itu, KUKB memerlukan dukungan masyarakat Indonesia untuk memberikan sebuah informasi yang adil.

"Dukungan-dukungan di Tanah Air sangat perlunya terutama membuka mata dan membuka informasi kepada sudara-saudara sebangsa akan informasi dan masalah ini, karena kami sadar, masih banyak yang belum mengetahui dan tentu tidak peduli lagi dengan masalah seperti ini," kata Ketua yayasan KUKB Perwakilan Jakarta-Jawa Barat Irwan Lubis dalam rilisnya kepada Sindonews, Minggu (13/1/2013).

Dia berharap, dukungan tersebut dapat mengubah mentalitas bangsa Indonesia, supaya mengenal seutuhnya pondasi bangsa ini. Jangan hanya sebagai masyarakat yang bersikap konsumtif.

"Mudah-mudahan dengan dukungan itu akan semakin meneguhkan perjuangan untuk menyelesaiakn berbagai hal yang mungkin saja akan dapat memperbaiki mentalitas bangsa ini dan mengenal sejarah mereka yang sesungguhnya," harapnya.

Lanjutnya, pada gilirannya akan semakin membuat kepercayaan yang tinggi bagi bangsa ini untuk tetap tegak dan semakin besar dimata bangsa-bangsa lain di dunia.

Sebelumnya, Jumat 11 Januari 2013 lalu, penggiat Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (Yayasan KUKB) dengan Komite 7 Mei di Amsterdam Belanda melakukan penyelaan 7.000 lilin di sekitar Patung Jan Peter Coen di Amsterdam. Hal itu untuk mengingatkan bangsa Belanda atas kekejaman penjahat Jan Peter Coen yang Belanda puja-puja ini sebagai pahlawan itu.

"Sejarah mengenal sosok Jan Peter Coen adalah pembantai dan pelaku berbagai tindak kejahatan kemanusiaan di Tana Air (Indonesia-Nusantara). Sebagai sebuah mentalitas Belanda dalam memandang kepahlawanan sosok ini (Jan Peter Coen) tentu bagi kita di Indonesia adalah sesuatu yang harus dikoreksi dan diperbaiki oleh Belanda," kata Ketua Yayasan KUKB Perwakilan Jakarta-Jawa Barat Irwan Lubis.
(mhd)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved