BK DPR tak berkapasitas minta data dari PPATK

Senin, 07 Januari 2013 - 15:49 WIB
BK DPR tak berkapasitas...
BK DPR tak berkapasitas minta data dari PPATK
A A A
Sindonews.com - Ketua Badan kehormatan (BK) DPR Muhammad Prakosa akhirnya ikut angkat bicara terkait dugaan rekening mencurigakan milik anggota DPR yang telah dirilis oleh Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun, BK tidak dalam kapasitas untuk meminta data tersebut dari PPATK.

"Jadi BK DPR itu tidak mempunyai atau tidak dalam posisi untuk meminta data itu juga," ujar Prakosa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2012).

Menurutnya, data hasil analisis PPATK hanya di sampaikan ke penegak hukum, jika terkait pencucian uang disampaikan ke Kepolisian atau kejaksaan. Secara undang-undang PPATK diminta untuk menyampaikan hasil temuannya ke aparat penegak hukum.

"Karena memang Undang-undang mengatakaan itu di sampaikan ke penegak hukum," kata politikus Partai Amanah Nasional (PAN) itu.

Pihaknya berharap, temuan tersebut ditindak lanjuti oleh lembaga penegak hukum sehingga tidak hanya menjadi isu.

"Kalau tidak akan menjadi suatu rumor. Kita harapkan informasi ini bisa ditindak lanjuti secara mekanisme yang ada," pungkasanya.

Sebelumnya, PPATK melansir, sejak 1999, legislatif yang paling banyak terindikasi tindak pidana korupsi adalah periode jabatan 2009-2014.

"Terindikasi tindak pidana korupsi terjadi periode 2009-2014 sebesar 42.71 persen. Sedangkan paling sedikit terindikasi dugaan tindak pidana korupsi periode 2001-2004 sebesar 1.04 persen," papar Kepala PPATK Muhammad Yusuf di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Rabu 2 Januari 2012 lalu.
(mhd)
Berita Terkait
Mencurigakan! Tersangka...
Mencurigakan! Tersangka Solar Oplosan di Ogan Ilir Miliki Rekening Gendut
Lusa, KPK Panggil Rafael...
Lusa, KPK Panggil Rafael Alun Trisambodo Klarifikasi Rekening Jumbo Mencurigakan
Bareskrim Bentuk Tim...
Bareskrim Bentuk Tim Usut Dugaan Transaksi Mencurigakan 256 Rekening Panji Gumilang
Warga Jember Dapat Paket...
Warga Jember Dapat Paket Mencurigakan, Ternyata Ini Isinya
Rekening Diblokir PPATK,...
Rekening Diblokir PPATK, BNI Jamin Data dan Dana Nasabah Aman
Bekukan Rekening Nganggur...
Bekukan Rekening Nganggur 3 Bulan, PPATK Didukung Perbankan
Berita Terkini
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Usut Korupsi Batu Bara...
Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved