Dipenuhi turis, Bali macet parah
Senin, 31 Desember 2012 - 15:13 WIB
Dipenuhi turis, Bali macet parah
A
A
A
Sindonews.com - Bali terus dibanjiri wisatawan domestik yang ingin merayakan pergantian tahun di pulau Dewata. Hal itu berdampak pada munculnya kemacetan hampir di semua tempat. Kepadatan wisatawan terlihat di terminal kedatangan domestik bandara Ngurah Rai.
"Penumpang yang datang meningkat rata-rata 30 persen dalam beberapa hari terakhir," kata Public relation officer PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Sherly Yunita, Senin (31/12/2012).
Untuk mengantisipasi, kata Sherly, pihaknya telah menyediakan 76 extra flight sejak 22 Desember 2012 sampai 5 januari 2013. Jumlah extra flight kali ini meningkat 192 persen dibanding tahun lalu.
"Untuk memastikan kegiatan di bandara aman, tertib dan lancar, PT Angkasa Pura juga membangun posko terpadu," imbuh Sherly.
Kemacetan segera menyambut begitu tiba di Bali. Keluar dari airport Ngurah Rai, mobil travel agen maupun mobil hotel hingga taksi yang mengangkut wisatawan harus terjebak macet saat menuju sejumlah kawasan wisata baik Kuta, Jimbaran, dan Nusa Dua.
Bagi yang hendak menuju Pantai Kuta, turis harus bersabar saat keluar dari airport dan menyusuri jalanan ke kawasan wisata terfavorit ini.
Untuk yang ingin menuju Sanur, kemacetan menghadang begitu melintasi jalan By Pass Ngurah Rai hingga simpang Dewa Ruci.
Begitu juga turis yang memilih berlibur ke Jimbaran ataupun Nusa Dua, harus mau merasakan macet di persimpangan Jimbaran.
"Hampir satu jam begitu keluar dari bandara menuju Kuta," ujar Stefani Hidayah, wisatawan asal Malang bersama suami dan anaknya.
Kondisi serupa dirasakan wisatawan yang berlibur ke Bali dengan mobil pribadi. Mereka harus rela antre hingga 15 kilometer sebelum Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, untuk bisa menyeberang ke Bali.
Mobil mereka pun harus berjalan menyemut saat menyusuri jalur selatan Bali beriringan dengan bus pariwisata berukuran besar.
"Penumpang yang datang meningkat rata-rata 30 persen dalam beberapa hari terakhir," kata Public relation officer PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Sherly Yunita, Senin (31/12/2012).
Untuk mengantisipasi, kata Sherly, pihaknya telah menyediakan 76 extra flight sejak 22 Desember 2012 sampai 5 januari 2013. Jumlah extra flight kali ini meningkat 192 persen dibanding tahun lalu.
"Untuk memastikan kegiatan di bandara aman, tertib dan lancar, PT Angkasa Pura juga membangun posko terpadu," imbuh Sherly.
Kemacetan segera menyambut begitu tiba di Bali. Keluar dari airport Ngurah Rai, mobil travel agen maupun mobil hotel hingga taksi yang mengangkut wisatawan harus terjebak macet saat menuju sejumlah kawasan wisata baik Kuta, Jimbaran, dan Nusa Dua.
Bagi yang hendak menuju Pantai Kuta, turis harus bersabar saat keluar dari airport dan menyusuri jalanan ke kawasan wisata terfavorit ini.
Untuk yang ingin menuju Sanur, kemacetan menghadang begitu melintasi jalan By Pass Ngurah Rai hingga simpang Dewa Ruci.
Begitu juga turis yang memilih berlibur ke Jimbaran ataupun Nusa Dua, harus mau merasakan macet di persimpangan Jimbaran.
"Hampir satu jam begitu keluar dari bandara menuju Kuta," ujar Stefani Hidayah, wisatawan asal Malang bersama suami dan anaknya.
Kondisi serupa dirasakan wisatawan yang berlibur ke Bali dengan mobil pribadi. Mereka harus rela antre hingga 15 kilometer sebelum Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, untuk bisa menyeberang ke Bali.
Mobil mereka pun harus berjalan menyemut saat menyusuri jalur selatan Bali beriringan dengan bus pariwisata berukuran besar.
(ysw)