Andi Mallarangeng sedang cari tumbal Hambalang
Senin, 31 Desember 2012 - 13:59 WIB
Andi Mallarangeng sedang cari tumbal Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng saat ini dianggap sedang mencari tumbal berikutnya dalam kasus korupsi pembangunan sport center, Hambalang, Jawa Barat.
Menurut Pengamat Hukum dari Universitas Islam Negeri (UIN) Andi Syafrani, Andi Mallarangeng tidak mau bila akhirnya hanya dirinya dan adiknya Zulkarnaen Malaranggeng yang harus dimintai pertanggung jawabannya dalam proyek bernilai Rp2,5 triliun itu.
"Upaya Mallarangeng bersaudara saat ini adalah untuk 'membagi kesalahan', jika memang ada. Ini juga sekaligus untuk membangun opini ini bukan kesalahan pribadi tapi struktural," kata pengamat hukum dari UIN Andi Syafrani saat dihubungi sindonews, Senin 31/12/2012.
Menurut Andi Syafrani, mereka juga ingin menarik pihak Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebagai pihak yang harus ditetapkan sebagai tersangka.
Oleh karena itu, menurut Andi Syafrani, saat ini Rizal dan juga Zulkarnaen Mallarangeng pun berupaya keras melakukan pencitraan lewat media mengenai kasus yang telah menyeret dua tersangka itu.
"Pembuatan opini melalui media adalah bagian dari upaya pembelaan diri setiap orang. Tentunya, sekali lagi nanti pengadilan yang akan memutuskan," jelasnya.
Ditambahkan Andi Syafrani, hal itu sebagai upaya strategi mereka dalam menghindari proses hukum yang disebut-sebut juga mengarah kepada Zulkarnaen Malaranggeng. Namun, kesemuanya tersebut tidak akan terlalu berpengaruh terhadap proses hukum yang sedang dilakukan KPK.
"Itu terkait dengan strategi yang dimainkan. Menkeu memiliki posisi dan tanggung jawab yang mungkin sama dengan AAM yang karenanya menurut penalaran yang ada, juga laik untuk dipertimbangkan pertanggungjawabannya dalam kasus ini," pungkasnya.
Menurut Pengamat Hukum dari Universitas Islam Negeri (UIN) Andi Syafrani, Andi Mallarangeng tidak mau bila akhirnya hanya dirinya dan adiknya Zulkarnaen Malaranggeng yang harus dimintai pertanggung jawabannya dalam proyek bernilai Rp2,5 triliun itu.
"Upaya Mallarangeng bersaudara saat ini adalah untuk 'membagi kesalahan', jika memang ada. Ini juga sekaligus untuk membangun opini ini bukan kesalahan pribadi tapi struktural," kata pengamat hukum dari UIN Andi Syafrani saat dihubungi sindonews, Senin 31/12/2012.
Menurut Andi Syafrani, mereka juga ingin menarik pihak Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebagai pihak yang harus ditetapkan sebagai tersangka.
Oleh karena itu, menurut Andi Syafrani, saat ini Rizal dan juga Zulkarnaen Mallarangeng pun berupaya keras melakukan pencitraan lewat media mengenai kasus yang telah menyeret dua tersangka itu.
"Pembuatan opini melalui media adalah bagian dari upaya pembelaan diri setiap orang. Tentunya, sekali lagi nanti pengadilan yang akan memutuskan," jelasnya.
Ditambahkan Andi Syafrani, hal itu sebagai upaya strategi mereka dalam menghindari proses hukum yang disebut-sebut juga mengarah kepada Zulkarnaen Malaranggeng. Namun, kesemuanya tersebut tidak akan terlalu berpengaruh terhadap proses hukum yang sedang dilakukan KPK.
"Itu terkait dengan strategi yang dimainkan. Menkeu memiliki posisi dan tanggung jawab yang mungkin sama dengan AAM yang karenanya menurut penalaran yang ada, juga laik untuk dipertimbangkan pertanggungjawabannya dalam kasus ini," pungkasnya.
(rsa)