Aneh, renovasi ruangan hingga Rp14 miliar
Kamis, 27 Desember 2012 - 17:14 WIB
Aneh, renovasi ruangan hingga Rp14 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Biaya anggaran untuk merenovasi ruang rapat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai aneh. Pasalnya, hanya untuk ruangan saja kemenkeu rela merogoh koceh hingga Rp14 miliar, sedangkan untuk keamanan Indonesia malah dikekang.
"Ini aneh (anggaran renovasi Rp14 miliar). Kemenkeu memblokir anggaran TNI untuk belanja Alutsista (alat utama sistem senjata), tapi mereka merenovasi ruang rapat miliaran rupiah," kata Anggota Komisi I DPR Mahfuz Sidiq kepada Sindonews melalui blackberry messenger (BBM), Kamis (27/12/2012).
Dia menambahkan, kalau Komisi I juga merasa heran dengan sikap Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam yang meminta Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo untuk memblokir anggaran TNI mengenai Alutsista. Karena dianggap belum saatnya, namun justru ada renovasi ruangan rapat di Kemenkeu.
"Salah satu alasan Seskab Dipo Alam perintahkan Menkeu blokir anggaran TNI karena tidak prioritas. Nah ini jadi lucu bin ajaib," tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Ketika ditanya apakah lazim dana tersebut yang di antaranya untuk membeli keset dan karpet dengan anggaran sebesar Rp.529.977.716 serta penyediaan alat video conference hingga Rp 11 miliar, Mahfuz enggan berkomentar.
"Soal lazim atau tidak Kemenkeu lebih tahu," pungkasnya.
Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkapkan, di akhir tahun 2012 ini Kemenkeu akan mengeluarkan anggaran Rp14 miliar untuk merenovasi ruang rapat.
"Pada tahun 2012 ini, Kementerian Keuangan akan mengkuras anggaran hanya demi untuk mendandani ruang rapat kantor pusat kementerian keuangan. Tidak tanggung-tanggung, uang yang akan dihambur-hambur untuk mendandani ruang rapat kantor ini sebesar Rp14 miliar," jelas Koordinator Advokasi dan Investigasi Fitra Uchok Sky Khadafi.
"Ini aneh (anggaran renovasi Rp14 miliar). Kemenkeu memblokir anggaran TNI untuk belanja Alutsista (alat utama sistem senjata), tapi mereka merenovasi ruang rapat miliaran rupiah," kata Anggota Komisi I DPR Mahfuz Sidiq kepada Sindonews melalui blackberry messenger (BBM), Kamis (27/12/2012).
Dia menambahkan, kalau Komisi I juga merasa heran dengan sikap Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam yang meminta Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo untuk memblokir anggaran TNI mengenai Alutsista. Karena dianggap belum saatnya, namun justru ada renovasi ruangan rapat di Kemenkeu.
"Salah satu alasan Seskab Dipo Alam perintahkan Menkeu blokir anggaran TNI karena tidak prioritas. Nah ini jadi lucu bin ajaib," tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Ketika ditanya apakah lazim dana tersebut yang di antaranya untuk membeli keset dan karpet dengan anggaran sebesar Rp.529.977.716 serta penyediaan alat video conference hingga Rp 11 miliar, Mahfuz enggan berkomentar.
"Soal lazim atau tidak Kemenkeu lebih tahu," pungkasnya.
Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkapkan, di akhir tahun 2012 ini Kemenkeu akan mengeluarkan anggaran Rp14 miliar untuk merenovasi ruang rapat.
"Pada tahun 2012 ini, Kementerian Keuangan akan mengkuras anggaran hanya demi untuk mendandani ruang rapat kantor pusat kementerian keuangan. Tidak tanggung-tanggung, uang yang akan dihambur-hambur untuk mendandani ruang rapat kantor ini sebesar Rp14 miliar," jelas Koordinator Advokasi dan Investigasi Fitra Uchok Sky Khadafi.
(mhd)