Alutsista TNI AL minim, negara rugi Rp40 T
Kamis, 27 Desember 2012 - 14:49 WIB
Alutsista TNI AL minim, negara rugi Rp40 T
A
A
A
Sindonews.com - Akibat minimnya alat utama sistem pertahanan (Alutsista) di TNI Angkatan Laut (AL), Ketua Komisi I DPR RI Mahfuz Sidiq mengungkapkan negara Indonesia mengalami kerugian senilai Rp40 triliun setiap tahunnya.
Menurut dia, kerugian ini karena Alutsista TNI AL terbatas sehingga tidak memadai untuk mengawal Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang ada di laut tanah air.
"Saat ini ketersediaan Alutsista TNI AL sangat tidak memadai untuk mengawal ZEE, 3 ALKI dan perairan perbatasan," jelas Mahfuz dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Kamis (27/12/2012).
Dia melanjutkan, akibat hal itu negara mengalami kerugian senilai Rp40 triliun setiap tahunnya berdasarkan hasil kajian Lesspersi di tahun 2007.
"Menurut kajian Laspersi tahun 2007, potensi kerugian negara secara ekonomi akibat masih lemahnya penguasaan wilayah maritim mencapai Rp40 triliun setiap tahunnya," ungkapnya.
Karenanya, jika hal ini terus dibiarkan maka bukan tidak mungkin Indonesia bukan hanya negara terancam dalam keamanan laut namun mengalami kerugian negara.
"Jika dalam beberapa tahun mendatang pemenuhan Alutsista tidak teranggarkan dengan baik, maka bukan saja Indonesia rawan secara keamanan laut tapi juga terus alami kerugian ekonomi," tukasnya.
Kerugian itu didasari beberapa sektor seperti illegal fishing, illegal logging, penyelundupan dan perampokan di laut.
Menurut dia, kerugian ini karena Alutsista TNI AL terbatas sehingga tidak memadai untuk mengawal Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang ada di laut tanah air.
"Saat ini ketersediaan Alutsista TNI AL sangat tidak memadai untuk mengawal ZEE, 3 ALKI dan perairan perbatasan," jelas Mahfuz dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Kamis (27/12/2012).
Dia melanjutkan, akibat hal itu negara mengalami kerugian senilai Rp40 triliun setiap tahunnya berdasarkan hasil kajian Lesspersi di tahun 2007.
"Menurut kajian Laspersi tahun 2007, potensi kerugian negara secara ekonomi akibat masih lemahnya penguasaan wilayah maritim mencapai Rp40 triliun setiap tahunnya," ungkapnya.
Karenanya, jika hal ini terus dibiarkan maka bukan tidak mungkin Indonesia bukan hanya negara terancam dalam keamanan laut namun mengalami kerugian negara.
"Jika dalam beberapa tahun mendatang pemenuhan Alutsista tidak teranggarkan dengan baik, maka bukan saja Indonesia rawan secara keamanan laut tapi juga terus alami kerugian ekonomi," tukasnya.
Kerugian itu didasari beberapa sektor seperti illegal fishing, illegal logging, penyelundupan dan perampokan di laut.
(rsa)