Sejarah 47 tahun UNY dibukukan
Rabu, 26 Desember 2012 - 21:57 WIB
Sejarah 47 tahun UNY dibukukan
A
A
A
Sindonews.com - Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang selama ini menjadi perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akhirnya dibukukan.
Melalui buku berjudul 47 Tahun Perjalanan UNY tersebut, kejadian demi kejadian dan perjuangan UNY dipaparkan. Menurut rencana, buku ini akan diberikan untuk umum.
"Melalui buku ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang UNY. Diharapkan meningkatkan kecintaan alumni kampus ini terhadap almamaternya dan buku ini bisa membantu kami dalam membangun grand image UNY di masyarakat," kata Sudirman, penyusun buku 47 Tahun Perjalanan UNY, di Museum Pendidikan UNY, Yogyakarta, Rabu (26/12/2012).
Sadirman menjelaskan, rekam jejak sejarah sangat penting artinya bagi sebuah institusi, termasuk UNY. Selama ini tidak banyak institusi yang memiliki rekam jejak dan catatan sejarah, apalagi memiliki dokumentasi foto yang lengkap.
Menurutnya, rekam jejak tersebut merupakan hal penting bagi landasan para stakeholders untuk meningkatkan dan mengambil kebijakan bagi kemajuan institusi.
"Buku ini merupakan embrio untuk buku emas UNY berupa rekam jejak perjalanan UNY 50 tahun pada 2014 mendatang. Buku ini berisi kisah cikal bakal pendirian UNY, kelahiran UNY, proses pendidikan di UNY hingga perubahan UNY dari IKIP menjadi universitas dan prestasi yang telah diraihnya hingga saat ini," ungkapnya.
Rektor UNY Rochmat Wahab menambahkan, buku dengan tebal 357 halaman tersebut sangat komprehensif menggambarkan perjalanan UNY hingga usia 47 tahun. Buku tersebut dikemas semi akademis, sehingga bisa menjadi bahan bagi civitas akademika untuk lebih mengenal dirinya.
"Sebelumnya, kita sudah memiliki buku 25 tahun IKIP Yogyakarta yang juga buku rekam jejak sejarah perjalanan kampus ini saat masih menjadi IKIP. Namun setelah berganti menjadi universitas, buku ini adalah buku pertama yang membukukan perjalanan sejarah tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, buku ini juga mampu menjadi bahan pembelajaran bagi UNY untuk semakin maju lagi.
"Belajar dari sejarah, upaya mewujudkan UNY sebagai universitas berkelas dunia akan lebih mudah dilakukan tanpa melupakan cita-cita para pendiri UNY," pungkasnya.
Melalui buku berjudul 47 Tahun Perjalanan UNY tersebut, kejadian demi kejadian dan perjuangan UNY dipaparkan. Menurut rencana, buku ini akan diberikan untuk umum.
"Melalui buku ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang UNY. Diharapkan meningkatkan kecintaan alumni kampus ini terhadap almamaternya dan buku ini bisa membantu kami dalam membangun grand image UNY di masyarakat," kata Sudirman, penyusun buku 47 Tahun Perjalanan UNY, di Museum Pendidikan UNY, Yogyakarta, Rabu (26/12/2012).
Sadirman menjelaskan, rekam jejak sejarah sangat penting artinya bagi sebuah institusi, termasuk UNY. Selama ini tidak banyak institusi yang memiliki rekam jejak dan catatan sejarah, apalagi memiliki dokumentasi foto yang lengkap.
Menurutnya, rekam jejak tersebut merupakan hal penting bagi landasan para stakeholders untuk meningkatkan dan mengambil kebijakan bagi kemajuan institusi.
"Buku ini merupakan embrio untuk buku emas UNY berupa rekam jejak perjalanan UNY 50 tahun pada 2014 mendatang. Buku ini berisi kisah cikal bakal pendirian UNY, kelahiran UNY, proses pendidikan di UNY hingga perubahan UNY dari IKIP menjadi universitas dan prestasi yang telah diraihnya hingga saat ini," ungkapnya.
Rektor UNY Rochmat Wahab menambahkan, buku dengan tebal 357 halaman tersebut sangat komprehensif menggambarkan perjalanan UNY hingga usia 47 tahun. Buku tersebut dikemas semi akademis, sehingga bisa menjadi bahan bagi civitas akademika untuk lebih mengenal dirinya.
"Sebelumnya, kita sudah memiliki buku 25 tahun IKIP Yogyakarta yang juga buku rekam jejak sejarah perjalanan kampus ini saat masih menjadi IKIP. Namun setelah berganti menjadi universitas, buku ini adalah buku pertama yang membukukan perjalanan sejarah tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, buku ini juga mampu menjadi bahan pembelajaran bagi UNY untuk semakin maju lagi.
"Belajar dari sejarah, upaya mewujudkan UNY sebagai universitas berkelas dunia akan lebih mudah dilakukan tanpa melupakan cita-cita para pendiri UNY," pungkasnya.
(maf)