Saan: KPK jangan hanya tajam ke Demokrat saja
Rabu, 26 Desember 2012 - 15:56 WIB
Saan: KPK jangan hanya tajam ke Demokrat saja
A
A
A
Sindonews.com - Para tersangka korupsi yang berhasil ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kebanyakan datang dari kalangan partai politik (parpol). Ada dari Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar. Namun, dari parpol-parpol itu, Demokratlah paling banyak mendapatkan sorotan publik.
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat Saan Mustopa meminta, KPK sebagai lembaga penegak hukum tidak hanya tajam terhadap Partai Demokrat, tapi juga terhadap parpol yang lain.
"Kita berharap di 2013 bisa tidak hanya tajam ke Partai Demokrat tapi tajam ke yang lain juga, jika cukup bukti KPK tidak perlu segan untuk menjerat kader partai lain," usul Saan usai acara refleksi akhir tahun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Meskipun kader terbaiknya terseret kasus korupsi, menurut Saan, partainya tidak mundur selangkahpun dalam upaya pemberantasan korupsi. Demokrat tetap akan mendukung upaya KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Sampai detik ini Demokrat tidak mengubah sikapnya terhadap upaya pemberantasan korupsi, kita akan mendukung KPK, itu menjadi pendirian kita," pungkasnya.
Seperti diketahui, kader Demokrat yang terseret kasus korupsi antara lain, bekas Bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, sekarang sudah menjadi terpidana kasus korupsi wisma Atlet.
Selain itu, mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh saat ini sudah duduk dikursi pesakitan karena kasus di Kemenpora dan Kemendikbud. Belum lama ini, mantan sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek sport center Hambalang.
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat Saan Mustopa meminta, KPK sebagai lembaga penegak hukum tidak hanya tajam terhadap Partai Demokrat, tapi juga terhadap parpol yang lain.
"Kita berharap di 2013 bisa tidak hanya tajam ke Partai Demokrat tapi tajam ke yang lain juga, jika cukup bukti KPK tidak perlu segan untuk menjerat kader partai lain," usul Saan usai acara refleksi akhir tahun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Meskipun kader terbaiknya terseret kasus korupsi, menurut Saan, partainya tidak mundur selangkahpun dalam upaya pemberantasan korupsi. Demokrat tetap akan mendukung upaya KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Sampai detik ini Demokrat tidak mengubah sikapnya terhadap upaya pemberantasan korupsi, kita akan mendukung KPK, itu menjadi pendirian kita," pungkasnya.
Seperti diketahui, kader Demokrat yang terseret kasus korupsi antara lain, bekas Bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, sekarang sudah menjadi terpidana kasus korupsi wisma Atlet.
Selain itu, mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh saat ini sudah duduk dikursi pesakitan karena kasus di Kemenpora dan Kemendikbud. Belum lama ini, mantan sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek sport center Hambalang.
(lns)