Banjir di Indonesia tidak bisa dihindari
Selasa, 25 Desember 2012 - 08:15 WIB
Banjir di Indonesia tidak bisa dihindari
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, bencana banjir di Indonesia saat ini sudah tidak bisa lagi dihindari, hanya mampu untuk diminimalisir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, untuk menanggulangi banjir, BNPB melakukan berbagai langkah, yakni dengan membuat peta risiko bencana.
"Jadi penanganan melibatkan kementerian dan lembaga dengan kami dan membuat peta risiko bencana banjir, maupun tanah longsor," kata kata Sutopo saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, peta risiko tersebut dibuat berdasarkan tata ruang wilayah yang ada di tiap daerah.
"Dari tata ruang itu, kemudian ditindaklanjuti, serta direalisasikan, maka bencana itu bisa diminalisir. Kalau banjir tidak mungkin kita hilangkan total, hanya bisa diminimalisir," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, BNPB menyatakan, banjir di Indonesia terjadi karena tiga faktor. Pertama, karena iklim global yang memasuki curah hujan yang tinggi, sehingga debit air meningkat dan tidak dapat tertampung lagi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, untuk menanggulangi banjir, BNPB melakukan berbagai langkah, yakni dengan membuat peta risiko bencana.
"Jadi penanganan melibatkan kementerian dan lembaga dengan kami dan membuat peta risiko bencana banjir, maupun tanah longsor," kata kata Sutopo saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, peta risiko tersebut dibuat berdasarkan tata ruang wilayah yang ada di tiap daerah.
"Dari tata ruang itu, kemudian ditindaklanjuti, serta direalisasikan, maka bencana itu bisa diminalisir. Kalau banjir tidak mungkin kita hilangkan total, hanya bisa diminimalisir," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, BNPB menyatakan, banjir di Indonesia terjadi karena tiga faktor. Pertama, karena iklim global yang memasuki curah hujan yang tinggi, sehingga debit air meningkat dan tidak dapat tertampung lagi.
(maf)