Buat pohon Natal dari kaleng bekas
Senin, 24 Desember 2012 - 17:48 WIB
Buat pohon Natal dari kaleng bekas
A
A
A
Sindonews.com - Banyak cara dilakukan untuk merayakan Natal. Sejumlah anggota TNI di perbatasan Indonesia-Papua Nugini berkreasi membuat pohon Natal dari kaleng dan botol bekas.
Kondisi wilayah yang terisolir membuat perayaan natal di perbatasan dilakukan secara sederhana namun tetap dalam kemeriahan dan suka cita. Keterbatasan fasilitas dan jauh dari keramaian tidak jadi penghalang dalam memeriahkan perayaan natal tahun ini.
Seperti anggota Batalyon 408 Ponorogo yang berlokasi di Wutung dan Pos Muara Tami serta 23 merayakan natal dengan sangat sederhana. Pohon Natal sebagai salah satu simbol dibuat sangat sederhana dari botol dan seng bekas.
Dengan imajinasi prajurit, kaleng dan seng bekas dikumpulkan lalu digunting menjadi bunga selanjutnya dirangkai menjadi pohon natal.
Sedangkan untuk cahayanya, mereka mengandalkan dari lampu-lampu Natal yang menyala dari pukul 20.00-22.00. Waktu nyalanya memang sangat terbatas sebab listrik hanya mengandalkan tenaga surya.
Kendati demikian, anggota TNI yang menganut Kristen tetap merayakan bersama anggota lainnya. Yang sangat mengesankan bagi para prajurit, Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Cristian Zebua mengunjungi mereka.
Tak hanya itu, panglima juga membagi-bagikan kado natal buat seluruh anggota yang bertugas diperbatasan yaitu anggota 408 Ponorogo dan Kotis 144 Senggi.
"Kedatangan saya tidak ada apa-apanya dibanding semangat para prajurit yang setia menjaga pintu perbatasan," terang Mayjen TNI Cristian Zebua, Senin (24/12/2012).
Ia menambahkan, walaupun natal dilakukan di perbatasan tapi anggota yang bertugas harus bangga karena menjaga perbatasan negara Indonesia.
Kondisi wilayah yang terisolir membuat perayaan natal di perbatasan dilakukan secara sederhana namun tetap dalam kemeriahan dan suka cita. Keterbatasan fasilitas dan jauh dari keramaian tidak jadi penghalang dalam memeriahkan perayaan natal tahun ini.
Seperti anggota Batalyon 408 Ponorogo yang berlokasi di Wutung dan Pos Muara Tami serta 23 merayakan natal dengan sangat sederhana. Pohon Natal sebagai salah satu simbol dibuat sangat sederhana dari botol dan seng bekas.
Dengan imajinasi prajurit, kaleng dan seng bekas dikumpulkan lalu digunting menjadi bunga selanjutnya dirangkai menjadi pohon natal.
Sedangkan untuk cahayanya, mereka mengandalkan dari lampu-lampu Natal yang menyala dari pukul 20.00-22.00. Waktu nyalanya memang sangat terbatas sebab listrik hanya mengandalkan tenaga surya.
Kendati demikian, anggota TNI yang menganut Kristen tetap merayakan bersama anggota lainnya. Yang sangat mengesankan bagi para prajurit, Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Cristian Zebua mengunjungi mereka.
Tak hanya itu, panglima juga membagi-bagikan kado natal buat seluruh anggota yang bertugas diperbatasan yaitu anggota 408 Ponorogo dan Kotis 144 Senggi.
"Kedatangan saya tidak ada apa-apanya dibanding semangat para prajurit yang setia menjaga pintu perbatasan," terang Mayjen TNI Cristian Zebua, Senin (24/12/2012).
Ia menambahkan, walaupun natal dilakukan di perbatasan tapi anggota yang bertugas harus bangga karena menjaga perbatasan negara Indonesia.
(ysw)