Tim fokus lacak posisi Djoko Tjandra di Singapura
Minggu, 23 Desember 2012 - 19:03 WIB
Tim fokus lacak posisi Djoko Tjandra di Singapura
A
A
A
Tim fokus lacak posisi Djoko Tjandra di Singapura
Sindonews.com - Tim terpadu pencari terpidana korupsi yang dipimpin Wakil Jaksa Agung Darmono, akan lebih memfokuskan pencarian posisi buronan kasus cessie (pengalihan hak tagih yang mengakibatkan terjadinya pergantian kreditur) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra, diduga masih tinggal di Singapura.
Tim segera mengirimkan surat kepada otoritas Singapura, untuk menjalin koordinasi guna melacak keberadaan Djoko Tjandra, yang telah berpindah kewarganegaraan Papua Nugini dan berganti nama menjadi Joe Chan.
Anggota tim terpadu yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Hukum Internasional dan Otoritas Pusat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Freddy Haris mengakui, timnya akan lebih memfokuskan pada pencarian posisi persembunyian Djoko Tjandra di Singapura.
Hal itu untuk mempercepat proses pemulangan buronan
kasus cessie, atau hak tagih Bank Bali sebesar Rp546 milliar tersebut.
Kendati demikian, tim juga tidak mengesampingkan jalur diplomasi, dengan mengirimkan surat resmi sampai menempuh jalur Mutual Legal Assistance (MLA).
“Tim terpadu akan menggelar rapat lanjutan. kita mau coba fokus cari posisi Djoko Tjandra di singapura. Setelah ketemu kita akan upayakan ekstradisi saja. Makanya kita akan rapat dulu membahas langkah terbaik termasuk secepatnya mengirimkan surat ke Singapura untuk menjalin koordinasi melacak keberadaan Djoko Tjandra disana. Biar lebih cepat dan tidak bola-balik terus,” kata salah satu anggota Tim Terpadu dari Kemenkumham Freddy Haris saat dihubungi, Minggu (23/12/2012).
Menurut Freddy, pengejaran Djoko Tjandra bukan perkara mudah, karena dia bukan orang biasa, tapi konglomerat yang memiliki banyak jaringan baik di dalam maupun luar negeri.
Bahkan di tanah air, memiliki jaringanya para tokoh politik, pejabat, dan petinggi lembaga penegak hukum.
“Yang kita hadapi bukan orang biasa, orang yang sangat berpengaruh dan banyak memiliki jaringan baik di dalam maupun luar negeri. Di Singapura dia juga banyak relasi, yang turut membantu menyembungikannya,” jelasnya.
Berpindah-pindahnya lokasi persembunyian dari satu lokasi, bahkan negara satu ke nega lain menunjukan kondisi finansial buronan masih baik. Termasuk dengan mengganti nama menjadi Joe Chan.
Pemerintah Papua Nugini (PNG) membenarkan pergantian nama tersebut, berdasarkan identitas paspor bernomor B330971 atas nama Joe Chan yang dikeluarkan negara tersebut.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan dia melakukan perubahan wajah.
“Senin, tim akan menggelar rapat dengan tim terpadu membahas langkah-langkah kongkrit kedepan. Intinya, bisa memulangkan Djoko Tjandra secepatnya,” kata dia.
Sindonews.com - Tim terpadu pencari terpidana korupsi yang dipimpin Wakil Jaksa Agung Darmono, akan lebih memfokuskan pencarian posisi buronan kasus cessie (pengalihan hak tagih yang mengakibatkan terjadinya pergantian kreditur) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra, diduga masih tinggal di Singapura.
Tim segera mengirimkan surat kepada otoritas Singapura, untuk menjalin koordinasi guna melacak keberadaan Djoko Tjandra, yang telah berpindah kewarganegaraan Papua Nugini dan berganti nama menjadi Joe Chan.
Anggota tim terpadu yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Hukum Internasional dan Otoritas Pusat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Freddy Haris mengakui, timnya akan lebih memfokuskan pada pencarian posisi persembunyian Djoko Tjandra di Singapura.
Hal itu untuk mempercepat proses pemulangan buronan
kasus cessie, atau hak tagih Bank Bali sebesar Rp546 milliar tersebut.
Kendati demikian, tim juga tidak mengesampingkan jalur diplomasi, dengan mengirimkan surat resmi sampai menempuh jalur Mutual Legal Assistance (MLA).
“Tim terpadu akan menggelar rapat lanjutan. kita mau coba fokus cari posisi Djoko Tjandra di singapura. Setelah ketemu kita akan upayakan ekstradisi saja. Makanya kita akan rapat dulu membahas langkah terbaik termasuk secepatnya mengirimkan surat ke Singapura untuk menjalin koordinasi melacak keberadaan Djoko Tjandra disana. Biar lebih cepat dan tidak bola-balik terus,” kata salah satu anggota Tim Terpadu dari Kemenkumham Freddy Haris saat dihubungi, Minggu (23/12/2012).
Menurut Freddy, pengejaran Djoko Tjandra bukan perkara mudah, karena dia bukan orang biasa, tapi konglomerat yang memiliki banyak jaringan baik di dalam maupun luar negeri.
Bahkan di tanah air, memiliki jaringanya para tokoh politik, pejabat, dan petinggi lembaga penegak hukum.
“Yang kita hadapi bukan orang biasa, orang yang sangat berpengaruh dan banyak memiliki jaringan baik di dalam maupun luar negeri. Di Singapura dia juga banyak relasi, yang turut membantu menyembungikannya,” jelasnya.
Berpindah-pindahnya lokasi persembunyian dari satu lokasi, bahkan negara satu ke nega lain menunjukan kondisi finansial buronan masih baik. Termasuk dengan mengganti nama menjadi Joe Chan.
Pemerintah Papua Nugini (PNG) membenarkan pergantian nama tersebut, berdasarkan identitas paspor bernomor B330971 atas nama Joe Chan yang dikeluarkan negara tersebut.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan dia melakukan perubahan wajah.
“Senin, tim akan menggelar rapat dengan tim terpadu membahas langkah-langkah kongkrit kedepan. Intinya, bisa memulangkan Djoko Tjandra secepatnya,” kata dia.
(stb)